• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

DikTekno

BNNK Sabang Diminta Deteksi Dini Zat Adiktif Siswa Baru

1 September
13:47 2016
0 Votes (0)

KBRN, Sabang : Untuk membuktikan siswa yang diduga positif terindikasi penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif campuran, BNNK Sabang gagas advokasi berbasis wawasan anti narkotika kepada Institusi Pendidikan melalui jaring saran pendapat “Rapat Kerja Anti Narkoba” di aula BKPP setempat.

Menurut Kepala BNNK Sabang, Jauhari, gagasan tersebut berdasarkan sudah adanya sejumlah masukan dan laporan dari berbagai pihak yang menyatakan sudah ada penyalahgunaan dan mudahnya masuknya jenis narkotika dilingkungan sekolah.

“Baik jenis ganja, shabu ataupun zat adiktif lainnya seperti lem aica aibon,” ujar Jauhari, ketika pimpin Raker Pengiat Anti Narkoba. Rabu (31/8/2016).

Oleh karena itu, menurutnya, kedepan untuk menyelenggarakan pencegahan dan meminimalisir penyalahgunaan narkotika dilingkungan sekolah, dianggap perlu dilakukan berbagai langkah upaya seperti sosialisasi dan pelatihan pemahaman ancaman bahaya bagi penyalahguna narkotika kepada siswa baru memasuki ajaran baru.

Selain itu, ke depan BNNK Sabang juga diminta untuk melakukan tes urine bagi siswa baru yang akan baru masuk sekolah.

Sehingga dapat diambil tindakan dini supaya siswa yang lain tidak terpengaruh untuk mengkonsumsi narkoba, sambungnya.

Untuk mewujudkan maksud tersebut, kata Jauhari, BNNK akan melakukan kerjasama yang tertuang didalam nota kesepahaman MoU antara BNNK Sabang dengan Dinas Pendidikan Kota Sabang.

Sehingga masukan gagasan, pendapat dan usulan dari penyelenggara Institusi Dinas Pendidikan, MPD, Komite Sekolah dan dewan guru peserta Raker tersebut, nantinya akan dikoordinasikan kepada pejabat daerah terkait.

Untuk mengawal nota kesepahaman kerjasama tersebut, BNNK Sabang juga akan wacanakan pembentukan pengiat anti narkotika dilingkungan sekolah, yang melibatkan organisasi siswa indra sekolah (OSIS) dan dewan guru Bimpen, dimulai dari tingkat siswa pelajar SMA sederajat. (HBS/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00