• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

PT KDT Langgar Aturan, Disnaker SBT Tak Bernyali

26 February
18:57 2020
0 Votes (0)

KBRN, Bula : Meski secara terang-terangan diketahui operasinal PT Kuala Dili Trans (KDT) di Kota Bula melanggar sejumlah ketentuan, namun Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) justru tidak bernyali menghentikan sementara beroperasinya perusahaan sub kontraktor dibawah PT Citic Seram Energy Limited (CSL) tersebut.

Ketentuan yang dilanggar itu sebagaimana diungkapkan sendiri oleh PLT Kepala Disnakertrans  Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) MS. Rumasoring bahwa beroperasinya perusahaan tersebut tanpa sepengetahuan pihaknya. Dinas Nakertrans menurutnya baru mengetahui keberadaan perusahaan itu di Bula setelah sejumlah aktivis dari Fospem Bula pada Sabtu pekan kemarin ramai-ramai mendatanginya untuk mempersoalkan aktivitas perusahaan dimaksud.

Padahal dari dokumen kontrak yang ditunjukan, perusahaan sub kontraktor penyedia jasa transportasi untuk PT CSL ini diketahui telah mulai beroperasi sejak tanggal 19 Oktober 2019.

“Saya sama sekali tidak mengetahui keberadaan perusahaan tersebut di Bula, saya justru baru tahu setelah teman-teman dari Fospem datang dan mempersolakan pada dua hari lalu,” ungapnya kepada Radio Republik Indonesia di Bula, Rabu (26/02).

Selain itu perusahaan ini juga diketahui tidak mengantongi rekomendasi izin operasional dari Pemkab SBT. Masalah lain yakni dokumen kontrak kerja dengan karyawan yang tidak sesuai mekansime. Dari contoh yang disodorkan manejemen, kontrak kerja tersebut justru berupa SK pengangkatan di dalamnya tercantum masa percobaan.

Menurut Rumasoring sesuai undang-undang ketenagakerjaan masa percobaan hanya berlaku bagi mereka calon karyawan tetap. Sementara karyawan dengan masa kerja tertentu (temporary) cukup dengan kontrak biasa.

Kendati sudah mengetahui sekian banyak pelanggaran yang dilakukan, namun pihaknya belum bisa mengambil langkah tegas berupa menghentikan sementara operasional perusahaan dimaksud. Rumasoring berdalih pengehntian sementara tidak bisa dilakukan karena mempertimbangkan nasib para karyawan.

“Kita mau hentikan sementara operasioanl, bagiaman dengan piring nasi karyawan ini,” tutupnya. (YSN)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00