• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Didukung Pemkab Buru dan Kemenag, OJK Maluku Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan

23 February
12:33 2020
0 Votes (0)

KBRN,Ambon: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, terus meningkatkan pemahaman keuangan (literasi ) serta inklusi atau akses terhadap layanan dan jasa keuangan, kepada semua lapisan masyarakat di Provinsi Maluku, terkhusus literasi dan inklusi keuangan syariah.

"Selain menyasar siswa dan mahasiswan, OJK juga fokus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah kepada lembaga swasta dan pemerintah. Kali ini,  kita ajak  semua pemangku kepentingan di Pulau Buru, salah satunya jajaran Kantor Urusan Agama Kabupaten Buru, untuk memahami literasi dan inklusi keuangan syariah,"ucap Kepala OJK Provinsi Maluku, Roni Nazra,  dalam  sosialisasi dengan tema “Beta Cinta Keuangan Syariah” . Sosialisasi berlangsung di Namlea, Kabupaten Buru, Jumat (1/2/2020).
Sosialisasi ini didukung Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Buru.

Menurut Roni, saat ini  banyak produk-produk keuangan syariah di sektor perbankan dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB), seperti Perbankan Syariah dan Pegadaian Syariah. Melalui sosialisasi,  masyarakat dapat lebih mengetahui produk keuangan di perbankan syariah dan di IKNB Syariah, baik itu hak dan kewajibannya. Keseluruhan materi dibawakan langsung  rekan-rekan dari Industri jasa keuangan yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) dan PT Pegadaian (Persero).

Pemerintah melalui Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif telah menargetkan tingkat inklusi keuangan sebesar 75 persen dan tingkat literasi keuangan sebesar 35 persen pada akhir  2019.
Atas penugasan tersebut, OJK melakukan Survey Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2019 dengan mengambil sampling di seluruh Indonesia yang memberikan hasil yang memuaskan dimana tingkat inklusi keuangan di Indonesia telah mencapai 76,19 persen dan tingkat literasi keuangan di Indonesia telah mencapai 38,03 persen

"Dengan demikian, target indeks inklusi dan literasi keuangan yang dicanangkan pemerintah telah tercapai,"terang Roni

Namun, nilai survey tersebut adalah nilai keseluruhan aspek di lembaga jasa keuangan. Jika dibagi berdasarkan kegiatan operasionalnya, Indeks inklusi keuangan dan literasi keuangan syariah hanya sebesar 9,1 persen dan 8,93 persen. Tentu saja masih jauh dibawah indeks inklusi daan literasi keuangan konvesional yang mencapai 75,28 persen dan 37,72 persen.

Untuk Provinsi Maluku, tingkat literasi keuangannya berada diangka 36,48 persen, dibawah tingkat literasi nasional yang berada diangka 38,03 persen. Sementara tingkat inklusi keuangan Provinsi Maluku berada di angka 65,62 persen yang juga masih di bawah tingkat inklusi nasional yaitu 76,19 persen.

"OJK Provinsi Maluku pada  2020, masih akan tetap melakukan sosialisasi dan edukasi produk jasa keuangan kepada masyarakat Maluku,"teranya

WASPADA INVESTASI

Dalam kesempatan yang sama, disampaikan  materi mengenai Waspada Investasi, mengingat semakin maraknya praktek investasi illegal yang terjadi belakangan ini.

Sebagai informasi, Satuan Tugas penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi atau yang lebih dikenal dengan Satgas Waspada Investasi, secara nasional terdiri dari 13 kementerian dan lembaga.

Satgas waspada investasi juga terdapat di Provinsi Maluku, dibentuk berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner OJK nomor 29/KDK.01/2016 pada  16 September 2016. Anggotanya terdiri dari  Kantor OJK Provinsi Maluku,Kepolisian Daerah Provinsi Maluku, Kejaksaan Tinggi Provinsi Maluku, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Dinas Peindustran dan Perdagangan Provinsi Maluku, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku, Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Maluku, dan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah Provinsi Maluku.(SS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00