• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Wisata dan Budaya

WWF Indonesia Keberatan Pulau Koon Dibangun Home Stay

21 February
01:59 2020
1 Votes (5)

KBRN, Bula : WWF - Indonesia menawarkan konsep pengembangan pariwisata berbasis ekologi lingkungan atau eko wisata di Pulau Koon dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pariwisata Tingkat Provinsi Maluku di Bula, 19 – 20 Februari 2020. WWF - Indonesia keberatan jika Pulau Koon dikomersilkan dengan pembangunan home stay (rumah tinggal) karena kuatir berdampak buruk bagi  

Menjawab RRI di sela-sela rakor, Inner Banda Arc Project Leader WWF-Indonesia Andreas Hero Ohoiulun menegaskan, perairan Pulau Koon di Kepulauan Gorom Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Provinsi Maluku merupakan daerah aggregasi (pemijahan) ikan karang terbaik dan terbesar di kawasan timur Indonesia.

“Koon dari dulu memang sudah menjadi daerah pemijahan ikan karang terbesar di kawasan timur Indonesia. Ini yang menjadi daya Tarik wisatawan untuk datang berkunjung. Jadi, potensi ini harus dikelola dan dikemas dengan baik untuk meningkatkan arus kunjungan pariwisata di tingkat lokal maupun nasional,” ujar Ohoiulun.

Dikatakan Ohoiulun, dalam rakor pembangunan pariwisata yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata se- Provinsi Maluku, WWF - Indonesia menawarkan konsep pengembangan ekowisata untuk Pulau Koon. Konsep itu dipilih untuk menjaga keberlanjutan hidup sumber daya lestari dari ancaman kerusakan ekologi dan aktivitas pariwisata yang tidak ramah lingkungan.

“Tapi dengar-dengar, pemda akan bangun home stay di Koon. Ini harus dipikirkan secara baik dengan melihat daya dukung lingkungan, karena di Koon tidak ada air. Belum lagi ada limbah dan sampah, bagaimana pengelolaannya. Padahal kalau mau, Resort Wisata bisa dikembangkan di Gorom, sedangkan home stay bisa dibangun di Garogos,” terang Ohoiulun.

Menurutnya, yang harus dipikirkan oleh pemerintah daerah saat ini adalah akses transportasi ke Pulau Koon. Skema transportasi harus dibangun pemerintah daerah, karena posisi Pulau Koon dan daerah-daerah destinasi wisata di Kabupaten SBT masih sulit dijangkau oleh para wisatawan yang ingin serba praktis dan cepat.   

Ditambahkan Ohoiulun, hasil monitoring WWF terakhir pada awal tahun 2019 terdata, kondisi ekosistem terumbu karang di perairan Koon masih terawat, lestari dan berharga. Banyak turis asing yang datang ke Koon dengan kapal pesiar atau fhinisi, sebelum melanjutkan perjalanan ke Raja Ampat atau sebaliknya.

Melalui pengembangan pariwisata berbasis ekosistem diharapkan, arus kunjungan wisatawan ke Pulau Koon akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Dampak dari kehadiran wisatawan akan berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat pesisir, sehingga konsep pembangunan pariwisata yang ideal di Pulau Koon adalah eko wisata.  

Koon adalah salah satu pulau kecil yang menyembul di perairan Kepulauan Gorom Kabupaten SBT Provinsi Maluku. Di sekitar pulau ini, terdapat gugusan pulau-pulau kecil yang sebagian besarnya tidak berpenghuni, seperti Garogos, Nukus dan Neiden. Kajian awal WWF Indonesia tahun 2010 menemukan bahwa Koon adalah tempat aggregasi (pemijahan) ikan karang terbesar di wilayah timur Indonesia.

WWF – Indonesia sendiri sejauh ini aktif melakukan upaya pelestarian di tingkat lokal dan bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui kegiatan proyek praktis di lapangan, penelitian ilmiah, memberi masukan untuk kebijakan lingkungan, mempromosikan pendidikan lingkungan, memperkuat komunitas, serta meningkatkan kesadaran publik terhadap isu lingkungan.

  • Tentang Penulis

    Abdullah Leurima

    Reporter RRI Bula peraih Anugerah Pesona Bahari Indonesia 2016 (best of the best) dari Menteri Pariwisata RI

  • Tentang Editor

    Abdullah Leurima

    Reporter RRI Bula peraih Anugerah Pesona Bahari Indonesia 2016 (best of the best) dari Menteri Pariwisata RI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00