• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

KPw BI Maluku Gandeng Inpex Masela, Berdayakan Ratusan Penenun Ikat Tanimbar

14 February
03:54 2020

KBRN, Ambon:  Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Maluku, terus fokus menggalakan program pemberdayaan, melalui  pelatihan pengembangan produk turunan tenun ikat Tanimbar di Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan dan Desa Amdasa, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.

Dalam pelatihan untuk kesekian kalinya ini, KPw BI Provinsi Maluku bekerjasama dengan salah satu Perusahaan Migas asal Jepang, Inpex Masela Ltd .

Social Investment Specialist Inpex, Donny Rijaludin menerangkan bahwa para penenun Tanimbar yang terlibat ini, diharapkan dapat meningkatkan literasi produk, untuk peningkatan pengetahuan penenun mengenai kain yang tepat untuk dijadikan produk tenun ikat.

"Kegiatan ini kami  laksanakan selama dua hari. Pada 12 Februari 2020 di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jalan Ir.Soekarno Saumlaki, dan pada 13 Februari di Balai Desa Amdasa,"ujar Rijaludin, Kamis (13/2/2020)

Pelatihan mengikutsertakan penjahit atau perajin. Harapannya, mampu meningkatkan kreasi dan produksi produk turunan tenun ikat Tanimbar, sekaligus penyerapan SDM  yang unggul. Dalam kesempatan yang sama, hadir juga  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), komunitas orang muda, pemerintah daerah, serta pihak-pihak lain yang diharapkan dapat membantu pengembangan tenun Tanimbar.

Rijaludin menambahkan, Perwakilan BUMDes yang hadir nantinya untuk membentuk sistem BUMDes yang mampu menyiapkan bahan mentah tenun serta peningkatan daya serap BUMDes terhadap tenun untuk dijadikan produk turunan.

Sementara utusan komunitas orang muda yang hadir tersebut, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan branding dan marketing produk turunan Tenun Tanimbar.

"Peserta dalam kegiatan pelatihan berjumlah 100 orang, terdiri dari 60 peserta pelatihan di Saumlaki dan 40 orang peserta pelatihan di Desa Amdasa,"jelasnya

Dalam kegiatan ini, Inpex dan BI menggandeng Didiet Maulana, fashion designer yang juga pemilik brand Ikat Indonesia. Didiet dipilih oleh Inpex Masela Ltd dan Bank Indonesia sebagai pemberi materi sosialisasi, motivasi, dan inspirasi bagi berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Rijaludin, dengan segudang prestasi yang dimiliki Didiet Maulana, diyakini mampu mendongrak tenun ikat Tanimbar menembus pasar nasional dan internasional, karena sesuai selera pasar.

Sr. Manager Inpex Masela, Puri Minari dalam kata sambutannya menyatakan, pelatihan program ini merupakan kelanjutan dari tahapan program pelatihan yang sudah dilakukan secara khusus, untuk mengembangkan potensi tenun ikat Tanimbar dan membuka akses pasar.

"Program ini merupakan program lanjutan dari program yang telah dirintis oleh Inpex Masela Ltd sejak 2013 dan dilanjutkan dengan kerja sama dengan KPw BI   Provinsi Maluku pada 2017," katanya

Sebelumnya, pada bulan November 2019, Inpex dan KPw BI Provinsi Maluku, telah melakukan peningkatan kapasitas produksi tenun dengan memperkenalkan dan meningkatkan teknik pewarnaan alam dan teknik ikat. Pelatihan tersebut hasil kerja sama  Balai Besar Tekstil dibawah Kementerian Perindustrian.

Saat ini, penenun binaan telah mampu memproduksi kain tenun ikat Tanimbar dengan menggunakan teknik pewarna alam yang didapatkan dari sekitar lingkungan tempat tinggal atau desa para penenun.

"Kami sangat berharap peserta pelatihan dapat menyerap ilmu dan masukan dari desainer Didit Maulana yang sudah memiliki pemahaman  panjang di industri ini. Semoga dalam waktu dekat ini kita dapat melihat sejumlah produk turunan yang dapat diterima pasar dan mengangkat kesejahteraan para penenun yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga," ujar dia.

Purwanto Worabay, Manajer Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM pada KPw BI  Provinsi Maluku mengaku sangat mendukung program produk unggulan daerah melalui pembentukan ekosistem yang menyeluruh mulai dari hulu hingga ke hilir.

"Perluasan akses pasar melalui pameran serta perhelatan peragaan busana yang rencana akan dilakukan secara rutin tiap tahun sangat kami dukung,"tutupnya (SS)
 

00:00:00 / 00:00:00