• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Demo PMII di Kantor Pelni Ambon Ricuh

12 February
16:35 2020

KBRN, Ambon : Aksi demo Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di halaman kantor Pelni Cabang Ambon, dibubarkan paksa aparat Polresta Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease, Rabu (12/2/2020).

Akibatnya, kericuhan tidak dapat terhindarkan. Puluhan kader PMII menuntut General Manager Pelni Ambon menindak anak buahnya, yang melakukan tindakan represif kepada kader PMII di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. 

Belum sempat ditemui General Manager, demo dibubarkan Kabag Operasional Polresta Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease AKP La Amin karena tidak mengantongi ijin. 

General Manager Pelni Ambon, Samto menuturkan pihaknya sudah bersiap-siap menerima kedatangan kader PMII. Namun setelah salah seorang karyawan hendak memanggil perwakilan pendemo, demo keburu ricuh, lampu di beranda kantor pelni dilempari hingga pecah. 

"Saya kan sementara siap-siap terima mereka di ruangan. Semua sudah disiapkan untuk ketemu. Waktu kepala operasional ke bawah mau panggil mereka. Ternyata demonya sudah anarkis. Ada lampu depan yang pecah," ujar Samto. 

Sebelum menggelar aksi demo di Kantor Pelni, para pendemo sempat berorasi di depan Mapolda Maluku.
Aksi demo puluhan kader PMII di Kantor Pelni Ambon merupakan buntut dari kesalahpahaman antara anggota Poslek KPYS dan petugas Pelni di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Juru Bicara Polda Maluku, Konbes Pol Roem Ohoirat, menjelaskan kesalahpahaman itu berawal dari sekitar 30 kader PMII yang hendak menggunakan jasa angkutan PT Pelni tidak memiliki tiket, namum memaksa berangkat. 

Sontak, aksi adu mulut antara kader PMII dan petugas pelni direkam oleh salah seorang Anggota TNI. Tidak terima, seorang kader PMII memaksa anggota TNI mengahapus rekamannya. Kemudian datang anggota Polsek KPYS yang hendak melerai dan terjadi tindakan penganiayaan. 

"Anggota kami yang mau melerai malah dipukuli salah satu kader PMII. Jadi anggota mau buat laporan polisi untuk tindakan penganiayaan dialaminya," bebernya

Anggota Polsek KPYS, kata Roem akan membuat laporan polisi terkait tindakan penganiayaan yang dialaminya. Roem juga mempersilahkan kader PMII yang merasa dirugikan atas tindakan itu ikut melapor.

00:00:00 / 00:00:00