• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Festival Musik di Ambon Dorong Aktivitas Perdagangan

12 February
13:46 2020

KBRN, Ambon: Kepala Kantor Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Maluku, Noviarsano Manullang  mengakui, beragam festival musik dalam rangka mendukung Ambon sebagai Kota Musik Dunia, mampu mendorong aktivitas perdagangan di Ambon.

" Kondisi  ini ikut meningkatkan pertumbuhan ekonomi Maluku,"akui Manullang, Rabu (12/2/2020)

KPw BI  Provinsi Maluku mencatat, pertumbuhan ekonomi Maluku pada 2019 sebesar 5,57 persen secara tahunan, melambat dibandingkan tahun sebelumnya 5,94 persen. Namun, kondisi ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 5,02 persen.

Untuk pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB pada Triwulan IV 2019 tercatat 4,73 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan Triwulan III 2019  sebesar 5,26 persen.

Selain itu, pada Triwulan IV 2019, dari sisi pengeluaran, konsumsi swasta baik dari Lembaga Non Profit melayani Rumah Tangga (LNPRT) dan rumah tangga mencatatkan pertumbuhan positif. Konsumsi LNPRT dan konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh masing-masing sebesar 9,14 persen dan 3,04 persen.

"LNPRT didukung perbaikan pendapatan dan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Maluku, serta terjaganya inflasi bahan pokok,"jelas Manullang.

Manullang juga menyentil pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) atau investasi, tumbuh menguat 7,20 persen. Utamanya untuk investasi bangunan, karena sejalan  dengan komitmen Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur publik. Kinerja investasi Maluku juga ditopang oleh banyaknya aktivitas baru gerai minimarket modern di Kota Ambon.

Dari sisi Lapangan Usaha (LU), kinerja ekonomi ditopang oleh LU jasa pendidikan. LU jasa pendidikan tumbuh 8,44 persen. Hal ini didorong oleh adanya kenaikan biaya jasa pendidikan di Maluku, mulai dari tingkat SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Pantauan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, kenaikan biaya pendidikan disebabkan oleh naiknya biaya operasional dan adanya penambahan investasi pada institusi pendidikan tersebut.

"Tercatat, permintaan domestik yang membaik itu tercermin dari kinerja LU perdagangan besar dan eceran, yang mampu tumbuh 6,12 persen, sejalan dengan tingginya permintaan masyarakat saat perayaan Natal dan Tahun Baru,"urai Manullang

Menjaga ekonomi Maluku tetap stabil, KPw BI Maluku tetap bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam menjaga ketersediaan pasokan melalui penguatan klaster padi dan hortikultura di Kota Ambon dan Langgur.

Tim Pengendali Inflasi Daerah ( TPID) Maluku dan Satgas Pangan melalui inspeksi gabungan juga telah dilakukan agar harga bahan pokok di pasar tetap terkendali, meskipun terjadi lonjakan permintaan saat Natal dan Tahun Baru, sehingga daya beli masyarakat tetap tinggi.

"Ke depan, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) bersama KPw BI Maluku akan berkoordinasi mendirikan Toko TPID, menjaga stabilitas harga bahan pokok," katanya.

KPw BI Provinsi Maluku tambah Manullang menyampaikan dukungan kepada Pemerintah Daerah,  menggiatkan aktivitas ekspor langsung dari Maluku ke luar negeri. Ini tepat karena  mampu mendorong kinerja ekonomi Maluku baik dari sisi lapangan usaha maupun sisi pengeluaran pada Triwulan I Tahun 2020.

Tidak hanya itu, sektor Pertanian dan  sektor Pariwisata Maluku, khususnya di Pulau Ambon, ikut menjadi perhatian untuk dikembangkan. Sebab   merupakan salah satu sumber investasi yang menarik dan potensial untuk menopang pertumbuhan ekonomi Maluku yang lebih tinggi.

"Kami telah bersinergi dengan Pemkot Ambon mengembangkan objek wisata di Pantai Hukurila," tutupnya(SS)

00:00:00 / 00:00:00