• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pasar Murah Jelang Natal, Penyintas Gempa Tidak Kebagian Sembako Gratis

9 December
20:32 2019
0 Votes (0)

KBRN, Ambon : Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah pepatah yang pantas menggambarkan kondisi penyintas gempa ambon di kawasan Waimahu Passo.

Pasar Murah Pemerintah Kota Ambon menjelang Natal 25 Desember di Jalan Upu Baguala Passo, Senin (9/12/2019) tidak menyediakan sembako gratis bagi penyintas gempa di kawasan itu. Di tengah situasi serba sulit, mereka harus membeli kebutuhan pokok untuk menyambut natal. 


Kurang lebih ada lima distributor yang berpartisipasi menjual sembako murah. Masing-masing distributor mendapat subsidi yang bersumber dari anggaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon. 
Berbagai kebutuhan pokok pun dijual dibawah harga pasar. 

Usai meninjau stan Pasar Murah, Sekretaris Kota Ambon, Anthony Gustav Latuheru, yang ditanya mengenai sembako gratis bagi penyintas gempa mengaku tidak menyediakan itu. 

"Ini kan pasar murah yang diselenggarakan Pemkot melalui Disperindag. Jadi memang tidak ada sembako atau bingkisan khusus buat korban gempa," tutur Sekot

Pembagian sembako, menurut Sekot akan dibagikan dalam beberapa waktu kedepan kepada seluruh penyintas gempa baik yang beragama nasrani maupun muslim. Kurang lebih ada 3.000 kepala keluarga yang berhak menerima sembako gratis dari Pemkot Ambon. 

"Nanti kita bagikan sendiri dari Posko Bencana. Untuk semua korbab gempa buat yang nasrani dan muslim. Ada sekitar 3.000 KK yang dapat kebutuhan pangab gratis. Isinya macam-macam ada beras, ikan kaleng, minyak goreng, pokoknya kebutuhan pangan," tandasnya


Setiap tahun Pemkot Ambon dua kali menggelar Pasar Murah, menjelang hari besar keagamaan, yakni Natal dan Idul Fitri. Selain di Kawasan Passo, Pemkot Ambon juga akan menggelar Pasar Murah pada Kamis (12/12/2019) di Kawasan Tawiri. 

Sasaran pelaksanaan Pasar Murah untuk membantu meringankan beban masyarakat ekonomi lemah, agar dapat memenuhi kebutuhan pokok jelang Natal. 


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00