• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Hari Pertama dari Ekspedisi Kas Keliling, Warga Werinama Antusias Tukarkan Uang Lusuh

23 October
10:56 2019
0 Votes (0)

KBRN, Ambon: Setelah menempuh perjalanan  dari Pelabuhan Lantamal Ambon selama 370 Mil Laut, Tim Ekspedisi Kas Keliling Bank Indonesia( BI)  Perwakilan Provinsi Maluku bersama BI Pusat  serta dokter dari Angkatan Laut menumpangi KRI Untung Suropati-372 yang dikomandai Letkol Laut (P) Muhammad Taufik, SE, tiba di Pelabuhan Bemo, Kecamatan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, Jumat (18/10/2019)

Werinama menjadi pulau pertama yang disinggahi Tim Ekspedisi untuk melakukan layanan penukaran uang  di masyarakat.  Kedatangan tim ekspedisi disambut samangat warga Werinama. Mereka sejak pagi sudah menunggu di Kantor Camat Werinama, untuk menukarkan uang lusuh. Ada juga yang membawa banyak uang koin yang disimpan didalam kaleng  bekas serta plastik.

Muhammad Tilwoi, salah satu warga Werinama mengatakan, sangat senang dengan kedatangan Tim Ekspedisi Kas Keliling. Dirinya memiliki uang Rp261.000. Namun tidak bisa digunakan untuk berbelanja, karena sebagiannya sudah sobek  dan warnannya sudah berubah. Dengan pelayanan penukaran uang, ia bisa mendapatkan uang yang baru.

Warga Werinama,  Amina Lessy mengusulkan, agar kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan. Apalagi di Werinama tidak ada bank.Uang hasil jualan kuenya selama ini, hanya ia simpan di bawah bantal atau di dalam kardus.

"Kalau saya simpan terlalu lama  ditempat itu, uang sering kusut dan dimakan rayap,"urai Lessy menceritakan pengalamannya.

Banyak cerita bahagia disampaikan warga  Werinama yang datang menukarkan uang lusuh dengan yang baru, serta uang logam dengan uang kertas. Salah satunya  Lessy Rahman.
Uang logam senilai Rp150.000 ia tukarkan dengan uang kertas yang baru.

" Banyak sekali uang lusuh  di Werinama. Sebagai warga kami harap kegiatan penukaran dilakukan Enam bulan sekali,"ungkapnya

Selain melakukan pelayanan penukaran uang, Tim Ekspedisi Kas Keliling juga melakukan Sosialisasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah dan pengobatan gratis kepada masyarakat serta menyalurkan Bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) Dedikasi Untuk Negeri. Bantuan berupa  karpet ke Masjid Nurul Fatah dan Darul  Naim Kecamatan Werinama, serta bantuan buku Kurikulum 2013 yang diterima SD Negeri 1 Werinama dan SD Inpres Werinama.

WARGA CURHAT  PENOLAKAN UANG LOGAM

Dalam sosialisasi warga Werinama, Jahar Bugis salah satu pedagang mengaku di daerah  ini, peredaran uang  logam sangat minim. Banyak pedagang  yang  menolak warga yang berbelanja dengan uang logam. Mereka pikir, uang logam sudah tidak berlaku lagi.

"Tapi kalau di kios saya, uang logam tetap saya terima,"ujar Bugis

Sekretaris Camat Werinama, Ismail Sikdewa menyambut positif  kedatangan Tim Ekspedisi, karena telah membantu penukaran uang. Ia  juga mendukung Bank Indonesia bahwa  pihak yang menolak menerima uang logam sebagai alat transaksi maka akan dikenai hukuman pidana.

"Seperti tadi sudah kita dengar bersama, apa yang disampaikan tim dari BI Maluku. Bahwa, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011,  tentang  Mata Uang,  pedagang atau masyarakat yang menolak uang logam diancam pidana 1 Tahun dan denda Rp200 juta. Maka itu, saya minta  ini menjadi perhatian  kita semua warga di sini"tegas Ismail

Tidak hanya itu, Ismail  juga bercerita, luas wilayah Werinama 993,84 kilometer atau 17,20 persen. Untuk mau menabung di bank, warga harus menempuh  jarak ke Ibukota Kecamatan yaitu Bula sekitar 102 kilometer. Kondisi inilah yang  menjadi penghambat.

"Lewat  Bank Indonesia kami meminta adanya dukungan agar ada bank di daerah kami. Apalagi  jumlah penduduk Werinama  mencapai 7.198 jiwa. Dengan jumlah ini saya rasa, sudah  sangat  layak,"harap Ismail

Kepala Tim Ekspedisi Kas Keliling, Ade Ashadi menjelaskan,  pada ekspedisi ini, total uang yang disediakan untuk penukaran, mencapai Rp2.290.000.000. Jumlah ini dibagi untuk lima pulau yang  disinggahi. Masing-masing pulau dijatahi Rp452.000.

"Pulau-pulau itu adalah Werinama, Tutuk Tolu, Teor, Kur serta Kola,"tutup Ade  (SS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00