• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Harapan Warga Sermaf akan Hadirnya Kantor Bank Cabang, Terhambat Listrik

23 October
09:54 2019
0 Votes (0)

KBRN, Ambon: Memasuki Desa Sermaf, Kecamatan Pulau-Pulau Kur, Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual Provinsi Maluku, Minggu (20/10/2019), Tim Ekspedisi Kas Keliling Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku disambut warga setempat.
Kesempatan ini menjadi ajang curhat warga yang mendambakan kehadiran   Kantor Bank Cabang Pembantu, agar mereka bisa menabung hasil rejeki mereka  dari laut, maupun darat.

Mewakili warganya, Kepala Kecamatan Pulau-Pulau Kur, La Jania Madamar mengatakan, kehadiran bank, bisa memudahkan  masyarakat menyimpan hasil jual tangkapan di laut serta hasil pertanian.

"Selama ini,uang dari hasil jual potensi laut maupun pertanian hanya disimpan warga di rumah. Jadi perputaran uang tidak ada,"terangnya.

Memang sudah 2 tahun, listrik di wilayahnya tidak bersahabat. Warga setempat hanya bisa menikmati listrik 12 jam dalam sehari. Dengan kondisi ini,  bantuan genset yang diberikan  melalui Program  Sosial Bank Indonesia (PSBI) Dedikasi Untuk Negeri kepada  Masjid Nurul Yakin  Desa Sermaf, sangat  membantu masyarakat.

Diakui Madamar,  kondisi listrik di kecamatan yang  ia pimpin, sudah dibicarakan dengan pihak PLN di Kota Tual. Tapi, sampai sekarang belum direspon. Hingga kini, aktivitas perkantoran, ekonomi ikut terhambat karena  listrik yang tidak normal. Usaha Kecil Menengah  yang dibangun susah payah oleh masyarakat,  hanya tinggal nama, karena tidak lagi beroperasi.

"Ya itulah kendalanya. Kami minta perhatian Bank Indonesia,"pintanya

Kecamatan Pulau-Pulau Kur termasuk kecamatan tertua di Maluku Tenggara. Di kecamatan ini, terdapat Empat pulau yaitu Pulau Kur, Kaimer, Bui, dan  Ngurtutin . Didalamnya,  ada Lima desa yaitu Desa  Sermaf, Tubyal, Finualen, Kaimear dan Lokwirin.

Dengan jumlah penduduk terhitung 31 Desember 2018 mencapai 3.280 jiwa, diakui Madamar layak diperhitungkan. Apalagi, potensi masyarakat setempat sebagai  nelayan dan petani, didukung hasil  pertanian cengkih, pala dan kopra serta adanya pasar, tidak perlu diragukan lagi untuk hadirnya bank di wilayah ini.

"Intinya itu, listrik bisa normal kembali, sehingga membangkitkan geliat ekonomi dan pemerintahan," tutup Madamar. (SS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00