• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Hari Kedua Perjalanan Tim Ekspedisi BI Maluku di Kecamatan Tutuk Tolu

23 October
09:24 2019
0 Votes (0)

KBRN, Ambon:  Setelah menggelar layanan kas keliling dan serangkaian kegiatan lainnya di Kecamatan Werinama pada Jumat (18/10/2019), Tim Ekspedisi Kantor Perwakilan  Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku,  dan BI Pusat serta TNI AL,   melanjutkan  kegiatan ekspedisi  hari  Kedua.

Menempuh perjalanan laut selama 15 jam dari Werinama, KRI Untung Suropati 372 yang ditumpangi,  sampai di Desa Sesar Kecamatan Tutuk Tolu, pada Sabtu (19/10/2019),  pukul 6.30 WIT. Namun, kapal  harus   melempar jangkar di tengah laut, karena kondisi laut sekitar  dermaga, banyak terumbu karang serta kawasan  dangkal. Dermaga ini hanya bisa disinggahi kapal ikan ukuran kecil.

Untuk menjangkau daratan, secara bertahap Tim Ekspedisi harus diangkut menggunakan sekoci milik TNI AL dan perahu nelayan setempat, dengan menempuh waktu 30 menit.

Serangkaian kegiatan mulai dari sosialisasi keaslian mata uang rupiah dan kebanksentralan, pemberian  Program  Sosial Bank Indonesia (PSBI) Dedikasi Untuk Negeri, penukaran uang lusuh,  dan layanan kesehatan gratis digelar di Kantor  Desa Sesar. Kegiatan ini juga diikuti warga Pemerintahan Negeri Airkasar.  Airkasar letaknya 4 meter dari Desa Sesar. Hanya dipisah oleh pembatas berupa sebuah tugu bertuliskan " Selamat Datang di Pemerintahan Negeri Airkasar".

Di Desa Sesar,  PSBI  diberikan berupa alat tulis dan peralatan olahraga diberikan langsung untuk SMP 1 dan SMA  2 Tutuk Tolu. Ada juga bantuan 2 Kipas Angin untuk Masjid  Airkasar.

Dalam sambutannya, Sekretaris Camat Tutuk Tolu, Alvian Musaad
mengatakan, program kas keliling di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) perlu dilaksanakan setiap tahunnya.

Langkah itu ditempuh untuk menjangkau masyarakat yang ada di kepulauan 3T untuk menukarkan uang lusuh.

Sementara dalam sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah dilakukan oleh Icksan Ramadani , Penyelia Perkasan Pengolahan Uang Rupiah Pada Kantor  Perwakilan BI  Provinsi Maluku serta Arnold Wilson, Kasir dari BI Pusat.

Secara bergantian, Ramadani dan Arnold  membeberkan  gambaran umum tugas serta visi dari bank sentral.

Selain itu, dalam sosialiasi juga disampaikan mengenai cara mengidentifikasi keaslian uang rupiah. Kegiatan itu berlangsung di depan ratusan masyarakat  yang banyak menyampaikan pertanyaan seputar  distribusi uang kertas dan logam .  Warga juga meminta, Kantor BI Provinsi  Maluku dapat mendukung kehadiran  Kantor Bank  Cabang Pembantu di Kecamatan Tutuk Tolu.  Dengan demikian, masyarakat  bisa mengelola keuangannya  dengan baik.

Usai sosialisasi, kegiatan selanjutnya yakni penukaran uang rupiah lusuh. Masyarakat dapat menukarkan uang pecahan rupiah, baik kertas maupun logam kepada petugas kasir keliling BI Provinsi Maluku

Salah satu warga Desa Sesar yang melakukan penukaran uang lusuh,  La Aka mengungkapkan, telah menyimpan uang dalam kondisi rusak sejak 2016. Uang tersebut didapatkanya saat menjual  kopra.

“Uangnya disimpan sejak 2016 belum ada penukaran,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, La Aka menukarkan uang senilai Rp2.500.000. Pihaknya berharap, kegiatan sejenis dapat berlangsung dua kali dalam setahun.

Dia mengungkapkan, biasanya biaya yang dirogoh untuk menukarkan uang ke Bula sebagai Ibukota Kecamatan, terbilang tinggi dan memakan waktu. Untuk perjalanan pergi pulang, dibutuhkan waktu tempuh selama 1,5 jam menggunakan mobil.  Kebutuhan biaya transportasi sekitar Rp200 ribu.

La Aka menilai, program itu sangat membantu masyarakat. Apalagi belum ada perbankan di Desa Sesar.

Adapun, komoditas pertanian utama masyarakat  di Desa Sesar dan Pemerintahan Negeri Airkasar ini yakni Kopra, Pala serta Cengkih (SS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00