• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Di Rakor SAR Wagub Minta Tambah Armada Pencarian

21 October
21:13 2019
0 Votes (0)

KBRN, Ambon : Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno meminta Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menambah armada kapal pencarian di wilayah Maluku. 

Hal itu disampaikan Barnabas, disela-sela pembukaan Rapat Koordinasi SAR dan Latihan SAR Daerah, Senin (21/10/2019). 

Dua kapal pencarian yang dimiliki Basarnas Ambon , KN Bharata dan KN Abimanyu dirasa belum dapat menjangkau seluruh wilayah kepulauan Maluku yang rawan terjadi kecelakaan laut.
Idealnya menurut Wagub di setiap kabupaten/kota harus memiliki satu kapal pencarian. 

"Tadi saya sudah ngomong sama Pak Direktur kalau wilayah Maluku terdiri dari pulau-pulau, kapal dua saja tidak cukup," ujarnya

Barnabas turut usulkan pembentukan Kantor SAR di wilayah perbatasan, yakni di Kepulauan Aru dan Kepulauan Tanimbar, agar lebih mudah berkoordinasi saat melakukan pencarian dan pertolongan dalam kondisi yang membahayakan manusia. 

"Kalau bisa dibentuk kantor SAR di wilayah Tenggara untuk back up Aru dan Maluku Tenggara, dan satu lagi di Tanimbar back up wilayah MBD. Kalau di Ambon kantor pusat jangkau wilayah maluku tengah, seram dan buru," jelasnya

Meresponi usulan Wagub Maluku, Direktur Kesiapsiagaan Badan Pencarian dan Pertolongan, Didi Hamzar menuturkan pembentukan Kantor SAR di seluruh kabupaten/kota di Maluku sudah diusulkan. Saat ini baru ada Pos SAR Tual yang mengkover wilayah tenggara maluku. 

"Usulan itu sudah kita sampaikan hanya tinggal kebijakan di pusat saja. Sekarang yang baru ada hanya Pos SAR Tual, kantor masih diupayakan. Karena Kantor SAR Ambon sendiri sudah tipe A," jelasnya

Sementara penambahan kapal masih direncanakan, sejauh ini untuk mendukung tugas Basarnas, pihaknya dibantu armada kapal dari unsur potensi SAR yaitu TNI AL, Bakamla dan Polairud. 
Olehnya melalui rakor ini sekaligus menjadi wadah meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dalam pelaksanaan tugas-tugas SAR. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00