• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Fauzi Baadilla Nobar Film Hayya di Lokasi Pengungsian Gempa Liang-Malteng

18 October
13:11 2019
2 Votes (2.5)

KBRN:Ambon- Selain memberikan bantuan kebutuhan pokok dan kebutuhan mendasar lainnya kepada masyarakat Maluku yang terdampak bencana alam Gempa Bumi, Aksi Cepat Tanggap (ACT) juga mendatangkan pemain dan sutradara Film Hayya, Fauzi Baadilla ke salah satu lokasi pengungsian dampak gempa berkekuatan magnetudo 6.5 dan ribuan gempa susulan yakni Negeri Liang Kabupaten Maluku Tengah.

Kedatangan artis papan atas Indonesia itu disambut gemberia para penyintas dilokasi pengungsian Liang, Kamis (17/10/19), karena dapat menyaksikan Filem Hayya dan melihat secara langsung pemain utamanya. Antusias dan kebahagian tergambar jelas di wajah mereka saat menyaksikan pemutaran Filem Hayya, meskipun hanya menggunakan layar tancap dan dan genset karena listrik padam di lokasi itu. 

Fauzi Baadilla, pemain utama di Film Hayya mengaku bahagia karena Nonton Bareng (Nobar) yang dilakukan di lokasi pengungsian itu dapat menghibur para penyintas.

Ide Nobar Filem Hayya di lokasi pengungsian kata Baadilla, lahir ketika Ia berbincang dengan salah satu pengurus ACT beberapa waktu lalu, dengan harapan memberikan motivasi dan kebahagian untuk para pengungsi terlebih anak-anak.

“Beberapa hari yang lalu saya telponan sama  sahabat saya dari Aksi Tanggap Cepat (ACT) bang Norman dan kita coba ide untuk sebisa mungkin menghibur saudara-saudara di Ambon yang terkenah bencena. Akhirnya kita bertiga ke Ambon sama sutradaranya untuk nobar meskipun dengan layar tancap. Yaa  paling nggak bisa menghiburlah,”tutur Fauzi Kamis (17/10/19).

Menurut pemain layar lebar itu, yang terpenting dan patut mejadi perhatian semua orang terlebih yang ada di luar Maluku, pemulihan pasca bencana tidak semudah dan secepat yang dibayangkan. Karena fasilitas terdampak bencana banyak yang rusak, dicontohkan masalah lisrik yang tidak normal sehingga terkadang para penyintas harus berada dilokasi dengan kegelapan seperti yang terjadi saat nobar film Hayya Kamis malam. 

“Jadi teman-teman di Indonesia harus pada tahu bahwa walaupun berita gempa Maluku mungkin sudah mulai turun dan tergantikan oleh berita-berita lain, namun penderitaan disini masih panjang. Mudah-mudahan doa dan kepedulian tetap berjalan,”ungkap Fauzi Baadilla. 

Staf Digital Aksi Cepat Tanggap (ACT), Qeis Muhammad mengaku, bencana besar (Gempa Magnetudo 6,5) telah berlalu namun hingga saat ini masih di ikuti ribuan gempa susulan. Selain itu penderitaan di tempat pengungsian juga masih dirasakan masyarakat. Siang hari kepanasan dan malam hari merasa kedinginan di tenda pengungsian. Harapannya doa dan uluran bantuan dari semua pihak akan terus mengalir karena Maluku memanggil, Maluku masih membutuhkan.

“Memang bencana ini sudah berlalu dengan kekuatan gempa magnetudo 6,5 pada Kamis 26 September 2019 lalu, namun hingga saat ini ribuan gempa susulan masih terus terjadi dan ratusan gempa masih dirasakan. Oleh karena itu penderitaan belum berakhir, jadi mari terus kita bantu saudara-saudara kita ditenda pengungsian, karena siang mereka kepanasan dan malam merasa kedinginan. Maluku memanggil dan Maluku masih membutuhkan doa dan uluran tangan,”tutup Muhammad.

  • Tentang Penulis

    Raudha Autana

    Bissmillah..Fighting_ Reporter RRI Ambon_ "Yakusa" MamabeahQ.. BapaAmadQ..Muhhammad Ulath

  • Tentang Editor

    Raudha Autana

    Bissmillah..Fighting_ Reporter RRI Ambon_ "Yakusa" MamabeahQ.. BapaAmadQ..Muhhammad Ulath

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00