• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

BI Maluku Jamin Sayuran Produksi Gapoktan Binaannya Aman Dikonsumsi

20 September
10:24 2019
0 Votes (0)

KBRN, Ambon:  Surat Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku berisi hasil uji laboratorium terhadap sampel pangan segar asal tumbuhan (PSAT) yang ditujukan kepada Dinas Ketahanan Pangan Kota Ambon, justru tidak berdampak terhadap penjualan sayuran segar di sejumlah pasar tradisional Kota Ambon.

Isi surat menyebut, sayur-sayuran  hasil produksi sejumlah kelompok petani di Ambon diduga telah terdeteksi zat kimia berupa residu pestisida dan mikroba c-coli.

Diakui Nurmala (45), pedagang sayuran di Pasar Mardika Ambon, sejak  ada berita sayuran tercemar bahan kimia, jumlah pembeli  sayuran segar di lapaknya tidak berkurang.Penjualan tetap normal seperti hari sebelumnya.

Sayuran yang dijual Nurmala, langsung dibeli dari petani di Dusun Taeno, Desa Rumah Tiga, Kecamatan  Teluk Ambon, Kota Ambon. 

Di lokasi petani, ia melihat sayuran yang dirawat tidak menggunakan semprotan hama, akan tetapi kotoran hewan dengan jumlah sedikit, sehingga aman untuk dikonsumsi.

"Selama ini keluarga saya juga konsumsi sayuran-sayuran yang ada. Kami semua aman-aman saja,"ujarnya

Sementara itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Maluku, Teguh Triyono ikut menanggapi berita sayuran terkontaminasi  zat kimia. 


Di Ambon, ada beberapa Gabungan  Kelompok Tani atau Gapoktan yang selama ini dalam binaan 
 KPw BI Maluku. Usaha Gapoktan lebih ke pengembangan klaster   sayuran. Pendirian Gapoktan sebagai upaya  menjaga stabilitas inflasi di Ambon. 

Dalam melakukan pendampingan, pihaknya terang Teguh ikut mengawasi ketat penggunaan pupuk pada sayuran yang ditanam petani.  Mewakili Gapoktan binaan Bank Indonesia, Teguh menjamin sayuran yang ada, aman untuk dikonsumsi

"Sangat aman, sayuran yang diproduksi Gapoktan binaan KPw BI Maluku. Salah satu Gapoktan binaan kami ada di Dusun Taeno,"tegas Teguh


Ia akui, bila pembeli sayuran segar masih normal,   tidak  akan berpengaruh pada naik turunnya harga kebutuhan masyarakat di Ambon. Apalagi ditunjang dengan lancarnya distribusi sayuran termasuk kebutuhan pokok lainnya yang didatangkan dari luar daerah. (SS)












 


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00