• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kementrian Pertahanan RI, Gelar Pembinaan Kesadaran Bela Negara di Lingkup Pemukiman di Provinsi Maluku

18 September
16:32 2019
1 Votes (1)

KBRN:Ambon- Membangun sikap mental dan karakter warga Negara yang cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila, rela berkorban untuk bangssa dan Negara  serta mempunyai kemampuan awal bela Negara, Kementrian Pertahanan RI menggelar Sosialisasi  dan Evaluasi Kegiatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara  di Lingkup Pemukiman di Provinsi Maluku, Rabu (18/09/19). 

Analis Madya Direktorat Bela Negara Kementrian Pertahanan RI,  Kolonel Adm Amir Laupe, usai memberikan materi kepada para peserta Bela Negara di salah satu Hotel di Kota Ambon menjelaskan, Kegiatan Sosialisasi dan Evaluasi Kegiatan  Bela Negara ini merupakan bagian dari upaya membangun karakter bangsa yang juga merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan revolusi mental, sebagai salah satu program prioritas pemerintah sebagaimana tertuang dalam nawa cita ke delapan.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun dan menanamkan sikap mental dan perilaku warga negara untuk senantiasa mencintai tanah air, memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin pada pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki kemampuan awal bela negara.

“Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan rasa cinta terhadap bangsa, dan rasa nasionalisme, mengingat karakter dan prilaku masyarakat saat ini mulai jauh dari bela Negara, misalnya saja prilaku ehari-hari yang dianggap reme padahal mencerminkan karakter anak bangsa yang jauh dari bela Negara, seperti membuang sampah sembarang dan tidak memakai helm saat berkendara motor di jalan raya. Tujuan kita adakan inikan karena kondisi Negara saat ini. Sekarang ini karakter dan prilaku sudah mulai menjauh dari rasa kecintaan kepada Negara,”jelas  Ameruddin Laupek, Rabu (18/09/19).

Dikatakan, untuk ancaman konfeksional antar Negara itu masih jauh, namun yang dilakukan saat ini adalah untuk melawan ancaman nyata seperti teroris, bencana alam dan narkoba. Semua itu, kata Ameruddin harus ditekan dengan cara perlahan sehingga capai 100 persen, karena mebutuhkan proses perlahan bukan sekaligus dalam satu waktu. 

“Kalo masalah ancaman untuk konfensional antar Negara itu masih jauh, yang kita lakukan itu ancaman nyata, seperti anacaman teroris, bencana alam, dan narkoba.  Ini semua harus kita tekankan, dan tidak bisa langsung seratus persen melainkan membutuhkan proses, salah satunya ya seperti kegiatan saat ini,”ungkapnya.

Dirinya berharap, Kegiatan ini memberikan pemahaman bela Negara kepada para peserta dimana bela Negara bukanlah berperang melawan musu saja namun juga berperang melawan sikap dan prilaku yang menyimpang dari nasionalisme. Melalui upaya ini, diharapkan setiap warga negara mampu mengaktualisasikan nilai-nilai bela negara tersebut sebagai landasan sikap dan perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidang dan profesi masing-masing. 

“Sebagai daerah yang pernah berada di masa suram,  saya berharap dengan kegiatan Bela Negara ini, kecintaan terhadap NKRI semakin tinggi, tidak ada yang namnya perbedaan di masyarakat Maluku karena hidup damai dan perdampigan seperti saat ini jauh lebih baik ketimbang hidup dalam kondisi konflik,”harapnya. 

Sementara itu, Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Setda Provisi Maluku, Hendry Far-Far menyampaikan Bela Negara Lingkup Pemukiman  bertujuan memberikan pemahaman dasar bagi masyrakat tentang prilaku, mental dan spiritual yang dapat membentengi/ membekali diri dalam kehidupan yang majemuk dengan pendekatan wawasan kebangsaan khususnya bagi generasi milineal sehingga mampu berkompetensi sesuai dengan identitas dan jati diri bangsa yang bercirikan semangat gotong royong, kebhinekaan, toleransi, menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional maupun kecerdasan spiritual serta menjungjung tinggi moral, etika, kejujuran, dan kebangsaan.

“Disamping itu Bela Negara merupakan factor pendukung ketahanan nasional yang masih lemah dan belum tangguh, diantaranya ketahanan ekonomi yang masih berbeda untuk tingkat kemiskinan ditingkat provinsi karena masih terdapat riak-riak konflik massal, suku, ormas, kelompok, masyarakat dan social budaya, hal ini disebabkan karena masih rendanya prilaku, karakter, pola piker dan pendidikan bela Negara yang kurang menyentuh masyarakat, sehingga masyarakat cenderung mencari pembenaran daripada kebenaran  dengan menelan bulat-bulat informasi yang sesui dengan pendapatnya,”ungkap Gubernur.

Menurutnya, semua yang disampaikan diatas, tidak terlepas dari Visi Misi Pemerintah Provinsi Maluku 2019-2024, yaitu mewujudkan Provinsi Maluku yang terkelola secara jujur, bersih dan melayani dalam kesejahteraan dan berdaulat atas gugusan kepulauan, serta untuk mewujudkan birokrasi yang dinamis, jujur, bersih dan sinergi dalam meningkatkan ketahanan nasional yang tangguh untuk menjadi penguatan terhadap nilai moral, pembinaan karakter,etika, kejujuran, kompetensi, kecerdasan intelektual dan nilai-nilai kebangsaan.

Sosialisasi  dan Evaluasi Kegiatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara  di Lingkup Pemukiman di Provinsi Maluku, diikuti sebanyak seratus peserta yang berasal dari umlah peserta 100 orang terdiri dari Tokoh masyarakat ,Tokoh Adat,Tokoh Agama, Forum Kerukunan  Umat Beragama (FKUB) ,Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, dan Organisasi Masyarakat. 


  • Tentang Penulis

    Raudha Autana

    Bissmillah..Fighting_ Reporter RRI Ambon_ "Yakusa" MamabeahQ.. BapaAmadQ..Muhhammad Ulath

  • Tentang Editor

    Raudha Autana

    Bissmillah..Fighting_ Reporter RRI Ambon_ "Yakusa" MamabeahQ.. BapaAmadQ..Muhhammad Ulath

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00