• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Ribuan Ikan Mati Misterius di Pesisir Pantai Leitisel

16 September
14:36 2019
0 Votes (0)

KBRN, Ambon : Ribuan ikan di sepanjang pesisir Pantai Leitimur Selatan, Kota Ambon ditemukan mati secara misterius. Belum diketahui penyebabnya, namun dari hasil uji sampel sementara Balai Karantina Perikanan Ambon menyebutkan matinya ribuan ikan yang hidup di dasar laut ini diduga akibat ledakan. 

Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon, Steven Patty yang dikonfirmasi RRI mengatakan, untuk mengetahui penyebab ribuan ikan mati, pihaknya sudah turun langsung dan mengambil sampel. Berdasarkan informasi dari masyarakat, pada Sabtu (14/9) terdengar ledakan kuat di perairan Leitimur Selatan. 

"Setelah ledakan itu, masyarakat melihat berbagai jenis ikan berhamburan di pesisir pantai, mereka yang tidak tahu ikut mengambil dan mengonsumsinya," jelas Steven, Senin (16/9/2019)

Menurut Steven, dari hasil uji sampel punggung ikan ditemukan dalam keadaan retak, mata ikan hampir semuanya lepas. Kemungkinan besar daya ledak sangat kuat, tetapi pihaknya belum bisa memastikan ledakan itu menggunakan bom atau sejenisnya. 

"Jadi dari hasi penelitian itu dipastikan ledakan sangat kuat, karena punggung ikan retak matanya semua juga copot. Tapi kita belum tau itu ledakan apa bom atau apa belom tau," ujarnya

Masyarakat setempat juga sudah diminta untuk tidak mengonsumsi ikan yang mati di pesisir pantai Leitisel, agar terhindar dari keracunan. 

Tim dari LIPI dan Balai Karantina Perikanan Senin pagi turun ke lokasi. Mereka mengecek langsung penyebab matinya ikan di dasar laut dan kondisi terumbu karang di wilayah pesisir dengan melakukan penyelaman. Sebab, ikan-ikan yang mati merupakan jenis ikan komersil, seperti ikan napoleon, ikan batu-batu dan ikan kerapuh. 

"Tim dari LIPI dan Balai Karantina mau melakukan penyelaman untuk mengetahui langsung ikan yang mati terbanyak di pesisir mana apakah di Rutong, Leihari atau Hukurila sekaligus mengecek kondisi terumbu karang disana. Karena ikan yang mati ini ada di kedalaman 100 meter," ujarnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00