• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Buka Informasi Bagi Investor, BEI Maluku Nonton Bareng Live Public Expose 2019

21 August
19:18 2019
0 Votes (0)

KBRN, Ambon:  Memeriahkan peringatan 42 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tiga lembaga penyelenggara Pasar Modal (Self Regulatory Organization/SRO) yakni PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Klirin Penjamin Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
menyelenggarakan serangkaian kegiatan, salah satunya  Public Expose berisi pemaparan publik 42 Perusahaan Tercatat di Pasar Modal.

Kepala BEI Kantor Perwakilan (KP)  Maluku, Alberto Fasaamuri Dachi dalam siaran pers melalui Group WhatsApp, Rabu (21/8/2019) mengatakan, meskipun Pemaparan Publik ini dilaksanakan di Jakarta, namun semua investor dipastikan dapat menyaksikan Public Expose secara langsung melalui aplikasi zoom di smartphone. 

Untuk menyemangati para investor di Maluku dalam menyaksikan Public Expose perdana yang dilaksanakan pada 19 Agustus 2019, BEI KP Maluku mengadakan kegiatan Nonton Bareng Live Public Expose 2019 di Kantor  BEI  KP Maluku.

"Melalui Nonton Bareng Live Public Expose diharapkan dapat meningkatkan informasi investor tentang kinerja perusahaan yang terlibat dalam Public Expose Tahun 2019,"ujar Alberto


Tujuan dari diadakannya acara Public Expose Live 2019 ini juga  adalah menempatkan BEI sebagai fasilitator untuk mempertemukan investor dengan Perusahaan Tercatat, membuka akses dan hubungan yang lebih luas antara investor dengan Perusahaan Tercatat, serta meningkatkan pemahaman investor terhadap kinerja Perusahaan Tercatat di BEI. 

Selain itu tujuan lainnya adalah menambah basis investor lokal, memberikan fasilitas kepada Perusahaan Tercatat dalam pemenuhan kewajiban Public Expose Tahunan, serta meningkatkan likuiditas pasar.

Meskipun  banyak tantangan dan dinamika Pasar Keuangan Global sepanjang satu semester 2019, namun Pasar Modal Indonesia mampu tumbuh signifikan dan bersaing secara kompetitif.


"Ini kita belum hitung di Pulau Jawa. Tapi untuk Maluku  saja, pertumbuhan investor saham  cukup menggembirakan. Tahun 2016 jumlah investor sebanyak 435. Kemudian meningkat di Tahun 2017  yaitu 866 dan 2018 1.649. Hingga 2019 ini sudah mencapai 1.907,"urainya (SS)



tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00