• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kesadaran Masyarakat Membuang Sampah di Sungai dan Pantai di Ambon Masih Kurang

21 August
11:36 2019
1 Votes (2)

KBRN:Ambon- Kesadaran masyarakat membuang sampah di sungai masih belum mengalami perubahan, hal itu terlihat dari salah satu lokasi penyumbang sampah terbanyak adalah lima sungai di Kota Ambon. 

Ketua Komunitas Mollucas Coastal Care (Kalesang Pesisir Maluku), Stefani T. Salhuteru mengaku, teluk Ambon saat ini dalam kondisi tidak baik, karena pencemaran tejadi di mana-mana, sedimentasi, penembangan hutan mangrove dan sampah yang berasal dari lima sungai, yang berujung pada teluk Ambon seperti tempat sampah, padahal Teluk Ambon merupakan salah satu yang di jual dari Ibu Kota Provinsi Maluku ini. 

“Kami dari Mollucas Coastal Care harus mengatakan bahwa Teluk Ambon tidak dalam kondisi baik-baik saja, karena pencemaran terjadi dimana-mana, penebangan hutan mangrove dan sampah. Lima sungai di Ambon menjadi penyumbang sampah di teluk Ambon, sehingga membuatnya menjadi tempat sampah, padahal yang bisa di jual dari Kota Ambon adalah Teluk Ambon,”jelas Stefani T. Salhuteru, Rabu (21 Agustus 2019).

Diakuinya, Kesadaran Masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai dan pantai masih kurang. Bahkan aturan yang dikeluarkan pemerintah Daerah juga masih belum tegas, sehingga masyarakat yang berada di daerah pegunungan sering membuang sampah ke sungai dan semuanya berakhir di teluk Ambon. 

“Aturan yang di keluarkan pemerintah daerah terkait larangan membuang sampah di sungai dan pantai masih belum tegas, hal itu terlihat dari masih banyak warga terlebih di daerah pegunungan yang membuang sampah di sungai sehingga semuanya berakhir di Teluk Ambon,”ungkapnya.

Menurutnya, saat mengikuti Talkshow bersama Dosen dari Fakultas Perikanan Universitas Pattimura (UNPATTI) Ambon, beberapa waktu lalu, dipersentasikan dari hasil penilitian yang dilakukan menunjukan mikro plastic di Teluk Ambon sangat banyak dan berbahaya bagi ekosistem di laut, khsusnya ikan karena akan dikonsumsi oleh manusia.

“Beberapa waktu lalu, kita ada talkshow dengan dosen dari Fakultas Perikanan Universitas Pattimura (UNPATTI) Ambon. Dalam peresentasinya disampaikan, berdasarkan hasil penilitian, mikro plastic di Teluk Ambon sudah banyak dan itu berbahaya bagi ekosistem di laut khsusnya ikan, karena kita akan mengkonsumsi sampah plastic yang telah di makan ikan (dalam tubuh ikan),”tuturnya. 

Dikatakan, guna memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta menunjukan kepada pemerintah, Kalesang Pesisir Maluku juga berpartisipasi dalam pamerna Pesta Teluk yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Maluku sejak tanggal 18-20 Agustus 2019, di Pattimura Park dalam rangkah memeriyakan HUT ke-74 Provinsi Maluku. Dalam pameran itu, ditampilkan ikan tuna dan ikan poro bibi dari botol dan penutup botol plastic yang di dalamnya ada tumpukan penutup gallon. Hal itu dilakukan sebagai edukasi kepasa masyarakat bahwa dengan membuang sampah terus menerus ke laut maka ikan dan biota laut lainnya akan mengkonsumsinya. 

Selain itu juga ditampilkan foto-foto underwater saat Komunitasnya mengangkat 97 kilo gram sampah di pantai Laha. Juga ditampilkan lukisan ombak bersama dengan penutup botol plastic yang dibuat oleh Kanvas Alifuru. 

“Yang kami tampilkan dalam pameran kemarin adalah sampah dari botol-botol plastic yang dikemas dalam berbagai bentuk, seperti ikan tuna dan ikan poro bibi yang di dalamnya ada tumpukan penutup gallon. Juga ada lukisan dan foto-foto saat kami bersihkan sampah dari laut Laha beberapa waktu lalu. Ini semua sebagai edukasi kepada masyarakat dan pemerintah, terlebih generasi muda di Maluku. 

“Yang lebih penting adalah generasi muda bisa tahu tentang ekosistem dan bahaya sampah, karena menurut kami, saat ini generasi muda sudah lupa, apa itu mangrove, dan terumbuh karang, sehingga kalo tidak terus di berikan edukasi maka geneasi muda di Maluku tidak bisa tahu tentang  ekosistim yang sangat penting di pesisir Teluk Ambon,”jelas Salhuteru.

Diakhir pembicaraan, Salhuteru berharap di Festival Teluk berikutnya lebih difokuskan kepada penyelamatan teluk. Selain itu diharapkan, Pemda membuat pintu air di lima sungai besar yang ada di Kota Ambon. Serta memberikan edukasi, sosialisasi dan pengawasan kepada masyarakat terkait tidak membuang sampah di sungai dan pantai. 

  • Tentang Penulis

    Raudha Autana

    Bissmillah..Fighting_ Reporter RRI Ambon_ "Yakusa" MamabeahQ.. BapaAmadQ..Muhhammad Ulath

  • Tentang Editor

    Raudha Autana

    Bissmillah..Fighting_ Reporter RRI Ambon_ "Yakusa" MamabeahQ.. BapaAmadQ..Muhhammad Ulath

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00