• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Demo Lagi?Keliobas Minta Masa Tidak Arogan

22 July
19:11 2019
1 Votes (5)

KBRN, Bula : Menanggapi aksi unjuk rasa Mahasiswa HMI Cabang Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) pada Sabtu pekan lalu di halaman kantor bupati yang berujung rusuh akibat adanya bentrokan antara demonstran dengan petugas keamanan Pol PP dan Anggota Polisi, Bupati Kabupaten setempat Abdul Mukti Keliobas berjanji bakal menertibkan petugas satpol PP agar kedepan dalam mengamankan aksi unjuk rasa lagi dapat bertindak prefentif, persuasif dan lebih humanis.

Sedangkan kepada pengunjuk rasa, Keliobas meminta agar ke depan dalam melakukan aksi unjuk rasa sedapat mungkin menghindari sikap arogansi dan tindakan premanisme agar tidak sampai menimbulkan keributan yang pada gilirannya menimbul suasana tidak kondusif. Sebab dengan begitu apa yang hendak disuarakan tidak dapat tersampaikan dengan baik.

“bukan saja pol pp, adik-adik mahasiswa juga kedepan jika ingin berunjuk rasa lagi mesti tidak boleh arogan. Hindari tindakan premanisme agar tidak sampai terjadi hal-hal yang sama-sama tidak kita inginkan”tandasnya.

Selaku bupati, Keliobas mengaku sangat menyayangkan insiden bentrokan yang menyebabkan beberapa orang mahasiswa terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkkan perawatan akibat terkena pukulan.

Dia menjelaskan saat unjuk rasa berlangsung, dirinya sedang berada di MAN 1 Bula untuk membuka salah satu kegiatan disana. Awalnya setelah menerima informasi dari stafnya di kantor bupati mengenai adanya unjuk rasa oleh para aktivis HMI, dirinya membayangkan akasi tersebut bakal berlangsung normal sebagaimana aksi unjuk rasa yang perna digelar beberapa elemen pemuda lain sebelumnya. Dimana pengunjuk rasa dengan tertib menyampaikan pendapat, koreksi dan evaluasi atas praktik penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di SBT. Akan tetapi kenyataan justru berkata lain. Situasi unjuk rasa malah berubah rusuh, bentrok antar demonstran dengan pihak keamanan semakin tak dapat terhindarkan.

Kendati kini aksi unjuk rasa tersebut telah berakhir. Namun masing masing pihak baik pengunjuk rasa maupun pihak keamanan satpol pp masih terus menuding dan mempersoalkan mengenai siapa paling benar dan bersalah dalam insiden bentrokan dimaksud. Saling tuding itu terbaca jelas pada sejumlah postingan di media sosial facebook yang viral dalam beberapa dua hari terakhir. (YSN)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00