• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Resmi Jadi Kota Inklusif, Ambon dinilai Belum Ramah Disabilitas

19 June
16:43 2019
1 Votes (1)

KBRN:Ambon- Meskipun Ambon telah diresmikan sebagai Kota Inklusif (Rama Diabilitas) sejak tahun 2014 namun hingga saat ini para disabilitas yang mendiami Kota berjuluk Manise itu belum merasakannya.

Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Maluku Mien  Agisty Rumlaklak mengaku hingga saat ini Kota Rama Penyandang Disabilitas belum dirasakan, hal itu terlihat dari infrastruktur dan akses jalan yang tidak dapat di gunakan disabilitas, misalnya trotoar yang baru di bangun di Kota Ambon memiliki ketinggian capai 40 cm, sehingga sebagai orang berkebutuhan khusus terutama tuna daksa yang menggunakan kursi roda kesulitan menggunakannya sebagai akses jalan.

“Kalo Perhatian pemerintah terhadap disabilitas melalui Dinas Sosial sampe saat ini terlihat, namun yang jadi masalah adalah aksesbilitas, infrastruktur yang belum ramah disabilitas. Coba bayangkan saja, trotoar yang baru di bangun itu tingginya 40 cm, orang non disabilitas saja kesulitan untuk naik dan turun apalai kami yang memiliki kekurangan ini, kami takut kalo naik dan turun nanti jatuh,”ungkap Mien Rabu (19 Juni 2019). 

Diakuinya,hingga saat ini para disabilitas terlebih yang menggunakan kursi roda kesulitan mengakses jalan, bahkan ada yang memilih tetap di rumah ketimbang berjalan keluar rumah karena merasa tidak aman dan nyaman dengan infrastruktur yang belum ramah disabiltas ini. 

“Itu contohnya teman kami yang pake kursi roda, dia tidak pernah keluar untuk sekedar  jalan-jalan karena aksesbilitas sangat sulit tidak sama dengan daerah lain di Indonesia seperti Makasar, Jogja dan lainnya yang sudah ramah dengan disabilitas,”tuturny.

Diakhir pembicaraan, ketua HWDI Maluku itu bahkan mempertanyakan, apakah pemerintah tidak mengerti akan kota inklusif, karena Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas maka salah satu tugas dan fungsi pemerintah daerah adalah memfasilitasi para penyadang disabilitas dengan fasilitas yang memadai dan mengembangkan daerahnya menjadi kota yang inklusif.

“Mereka tidak memahami terkait hak-hak penyandang disabilitas, padahal Kota Ambon sudah resmi jadi kota inklusif. Bagamana inklusifnya? Apa itu inklusif?,” tanya Mien.

  • Tentang Penulis

    Raudha Autana

    Bissmillah..Fighting_ Reporter RRI Ambon_ "Yakusa" MamabeahQ.. BapaAmadQ..Muhhammad Ulath

  • Tentang Editor

    Raudha Autana

    Bissmillah..Fighting_ Reporter RRI Ambon_ "Yakusa" MamabeahQ.. BapaAmadQ..Muhhammad Ulath

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00