• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Jaksa Menyapa

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku Mantapkan Koordinasi dengan BPKP RI

28 February
13:07 2019
1 Votes (5)

KBRN, Ambon: Audit   kerugian negara perkara tindak pidana korupsi pengadaan  Speed Boat atau kapal cepat di Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN) Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara (Malut) masih dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI Perwakilan Maluku Dengan begini, Mantan Kepala Tata Usaha BPJN Wilayah XVI Maluku dan Malut, Zadrak Ayal yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, belum dapat diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ambon dalam kasus itu.

Sementara Zadrak  saat ini menjadi  penghuni Hotel Prodeo Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon, karena terlibat korupsi  dana negara dalam proyek pengadaan lahan di Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon pada  2016

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku, Sammy Sapulette  menjelaskan, selain Zadrak, Direktur CV Damas Jaya Ampy Mirsa Matalata  yang sudah   ditetapkan tersangka pengadaan Speed Boat  senilai Rp 4 Miliar , terus menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan  Tinggi Maluku

"Tim Auditor dari BPKP RI Perwakilan Maluku intens melakukan koordinasi dengan Tim Penyidik untuk mempercepat audit kasus ini. Semoga bisa selesai secepatnya dan dapat  dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Ambon,"harap Sapulette, Kamis (28/2/2019)

Untuk diketahui, pada  2015 BPJN Wilayah XVI  Maluku dan Malut mendapat alokasi dana sebesar Rp 4 Miliar lebih. Dana tersebut diperuntukan guna pengadaan dua unit Speed Boat. Setelah melalui proses pelelangan, CV. Damas Jaya dinyatakan sebagai pemenang. Dalam perjalanannya, CV Damas Jaya diduga tidak mengerjakan proyek tersebut sesuai dokumen. Dimana dalam dokumen kontrak disebutkan kedua unit Speed Boat tersebut haruslah dibuat atau dibangun. Namun CV. Damas Jaya selaku rekanan proyek tersebut malah membeli dua unit Speed Boat yang sudah jadi.

Kedua unit Speed Boat tersebut dibeli CV. Damas Jaya seharga Rp 1,2 Miliar per unitnya. Jadi total anggaran yang digunakan CV. Damas Jaya guna membeli dua unit Speed Boat tersebut adalah Rp2.4 Miliar. Sisa Rp1,6 Miliar lebih tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh Direktur CV. Damas Jaya (SS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00