• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Jaksa Menyapa

Penyidik Pastikan akan Kembali Meminta Keterangan Pembuat Speed Boat

15 February
16:24 2019
1 Votes (5)

KBRN, Ambon: Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku berencana memanggil ulang   pemilik galangan kapal sekaligus pembuat body Speed Boat atau kapal cepat ber inisial F, sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi  (Tipikor) proyek pengadaan Speed Boat pada Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN) Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara Tahun Anggaran 2016

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) dan Humas Kejati Maluku Samy Sapulette, saksi F diperiksa untuk mengumpulkan bukti karena dengan bukti itu,membuat terang perbuatan tindak pidana yang terjadi. 

"Pemeriksaan saksi  berdasarkan permintaan dari pihak BPKP RI Perwakilan Maluku,"ungkap Sammy, Jumat (15/2/2019)

Sebelumnya saksi F akui Sammy, pernah diperiksa penyidik dan ditanya  seputar dugaan pembelian dua unit Speed Boat yang sudah jadi oleh Direktur CV Damas Jaya berinisial A.M.M selalu rekanan pelaksana proyek. A.M.M sudah ditetapkan sebagai tersangka. 


Untuk diketahui, pada Tahun 2015 BPJN Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara mendapat alokasi dana sebesar Rp4 Miliar lebih . Dana tersebut diperuntukan guna pengadaan dua unit Speed Boat. Setelah melalui proses pelelangan, CV. Damas Jaya dinyatakan sebagai pemenang

Diduga Dalam perjalanannya, CV Damas Jaya tidak mengerjakan proyek tersebut sesuai dokumen. Dimana dalam dokumen kontrak disebutkan kedua unit Speed Boat tersebut haruslah dibuat atau dibangun. Namun CV. Damas Jaya selaku rekanan proyek tersebut malah membeli dua unit Speed Boat yang sudah jadi.

Kedua unit Speed Boat tersebut dibeli CV. Damas Jaya seharga Rp 1,2 miliar per unitnya. Jadi total anggaran yang digunakan CV. guna membeli dua unit Speed Boat tersebut adalah  Rp 2.4 Miliar. Sisanya  Rp 1,6 Miliar lebih  tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh Direktur CV. Damas Jaya (SS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00