• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Pelaku Penipuan Berkedok Arisan Online Dibekuk

21 January
22:33 2019
0 Votes (0)



KBRN, Ambon : Arisan online kembali memakan korban. Belasan wanita yang menjadi korban penipuan seorang gadis berinisial JMD sang pengelola arisan online, mengadu ke Polres Ambon dan Pulau pulau Lease untuk meminta pertanggung jawaban pelaku. 

Awalnya para korban mendatangi rumah pelaku dan meminta uang mereka dikembalikan. Tetapi setelah sekian lama pelaku belum juga mentransfer satu persatu uang korban, pelaku diadukan ke polisi. 

“ Arisan online yang dinamakan arisan duel. Terlapor (JMD) dicari banyak orang untuk meminta dikembalikan uang mereka yg telah dikirim ke pelaku kemudian ketidakjelasan terkait bisnis tersebut, korban melaporkan ke Polres” Ujar Juru Bicara Polres P. Ambon & P. P. Lease. Ipda Julkisno Kaisupy, Senin (21/1/2019).

Julkisno menjelaskan berawal dari JMD memposting arisan duel di akun facebooknya yang menawarkan penggandaan uang. JMD memakai istilah kursi yang mana harga 1 kursi Rp.250.000,- dan pelaku berparas cantik ini menjanjikan kepada warga yang berminat untuk mendapat keuntungan bila mengambil satu kursi akan mengembalikan uang Rp.400.00,- dalam jangka waktu 4 hari. 

“Terlapor menjanjikan kepada pelapor bahwa pelapor memberikan uang seharga Rp. 250.000 untuk 1 kursi dan 4 hari kemudian terlapor akan mengembalikan uang sebesar Rp. 400.000, menurut pelapor bahwa pelapor menyerahkan uang sebesar Rp. 5.000.000 untuk 20 kursi”paparnya

Terkait dengan kasus tersebut penyidik telah memeriksa 2 orang saksi dan telah memeriksa terlapor JMD dan sudah dinaikkan statusnya sebagai tersangka. Tersangka dijemput polisi di rumahnya Kawasan Talake Kota Ambon. Saat ini yang bersangkutan mendiami Rutan Mapolres Ambon. 

"Setelah ditangkap pelaku langsung ditahan. Pelaku dikenakan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan yang dimaksud dalam pasal 378 KUHPidana dan atau 372 KUHPidana," tukasnya 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00