• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Tak Ingin Peredaran Narkoba Terjadi di Lapas, BNN Minta Kanwil Hukum dan HAM Perketat Pengawasan

26 November
07:07 2018
0 Votes (0)

KBRN, Ambon : Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku berkoordinasi  dengan Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Maluku, guna menelusuri penggunaan telepon genggam di dalam lapas. 

Pasalnya beberapa waktu lalu, seorang terpidana kasus narkotika yang menghuni Lapas Kelas II Ambon tertangkap mengendalikan bisnis narkoba di dalam penjara. 

Kepala BNNP Maluku, Brigjen (Pol) Aris Purnomo mengatakan, agar kasus serupa tidak terulang lagi, pihaknya akan bekerjasama dengan Kanwil Hukum dan HAM guna melakukan penelusuran. 

"Kita bekerjasama dengan Kanwil Hukum dan HAM untuk menelusuri bagaimana sampai terpidana bisa kendalikan bisnisnya dari dalam lapas. Apa ini disebabkan kurangnya pengawasan atau ada keterlibatan orang dalam," ujar Kepala BNN Maluku, Senin (26/11/2018) . 

Karena bisa saja, keterbatasan petugas lapas menjadi penyebab lemahnya pengawasan di dalam lapas. Mengenai telepon genggam yang dipakai milik siapa juga belum diketahui, bisa saja yang bersangkutan meminjam telepon genggam sipir lapas maupun pengunjung. 

"Petugas lapas kan juga terbatas itu bisa jadi penyebab. Mengenai yang bersangkutan berkomunikasi menggunakan telepon milik siapa masuk diselidiki. Kita kan harus pastikan apa benar ada sipir yang meminjamkan handphone," tuturnya 

Untuk itu, pihaknya bersama Lapas Kelas II Ambon berkomitmen untuk mencari solusi  memberantas peredaran narkoba di dalam lapas. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00