• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Mahasiswa Demo Walikota Ambon di Kantor KPK

21 November
21:53 2018
0 Votes (0)

KBRN, Ambon : Aliansi Mahasiswa Maluku Jakarta mendatangi kantor KPK RI melaporkan Walikota Ambon Richard Louhenapessy atas dugaan kasus korupsi yang melibatkannya, Rabu (21/11/2018)

Keputusan Walikota Ambon yang mengangkat mantan narapidana kasus korupsi Jacky Talahatu sebagai Kepala Badan Keuangan ko dan Aset Kota Ambon menjadi sorotan mereka. 

"Kami datang ke KPK untuk membawa sejumlah dokumen keterlibatan Walikota Ambon dan meminta KPK segera memeriksa yang bersangkutan," tegas Koordinator Aksi , Akhmar Fatsey dalam rilisnya. 

KPK diminta mengusut keputusan walikota terhadap pemberhentian pejabat eselon di lingkup Pemkot Ambon tanpa alasan yang jelas. 
Sikap keras walikota yang tetap mempertahankan mantan narapidana di birokrasinya dituding tidak patuh pada surat edaran Kementrian/Lembaga terkait, termasuk rekomendasikan KASN Nomor : R-1248/KASN/6/2018 tertanggal 6 Juni 2018 dan Surat Penegasan Rekomendasi KASN Nomor : B-1631/KASN/8/2018 tertanggal 2 Agustus 2018 yang ditujukan kepada Walikota Ambon selaku pejabat pembina kepegawaian.

"Isi rekomendasi KASN yakni memberhentikan dengan hormat Jacky Talahatu sebagai kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Kota Ambon," terangnya

KPK juga diminta segera memeriksa Andi Abubakar selaku Asisten Komisioner Bidang Mediasi dan Perlindungan KASN sebagai pejabat yang bertanggung jawab menangani laporan pemberhentian pejabat dan pengangkatan mantan napi sebagai pejabat eselon. 

Mereka menyinggung, sederet kasus korupsi yang melibatkan Walikota Ambon, diantaranya dugaan  penyalahgunaan anggaran perjalanan dinas, anggaran publikasi, anggaran makan minum tahun 2018 yang dianggap tidak rasional, kasus Bank Maluku, pengadaan batik pegawai, dan dugaan penyalahgunaan APBD Kota Ambon tahun 2016. 

"Kami minta KPK agar dapat mengusut kasus dugaan korupsi yang melibatkan walikota hingga tuntas," pintanya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00