• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Polda Maluku kirim 3 Penyidik ke Jogja Usut Dugaan Pemerkosaan Mahasiswi UGM

21 November
20:55 2018
0 Votes (0)

KRBN, Ambon : Seiring dengan pelimpahan kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi Universitas Gajah Mada (UGM) dari Polda Daerah Istimewa Yogyakarta ke Polda Maluku. 


Polda Maluku telah mengirimkan tiga penyidik ke Yogyakarta untuk mengambil keterangan dari korban, saksi dan pelaku. Kasus dugaan pemerkosaan mahasiswi UGM saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Nasiri, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku terjadi pada pertengahan 2017. Namun kasus tersebut tidak pernah dilaporkan ke pihak berwajib. 

 "Kasus tersebut sementara ditangani unit PPA Ditreskrimum Polda Maluku. Ada penyidik yang sudah dikirim ke Dusun Nasiri Pulau Seram untuk mengambil keterangan dari pihak-pihak yang diduga mengetahui kejadian tersebut," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes (Pol) Roem Ohoirat saat dikonfirmasi, Rabu (21/11/2018) . 

Lebih lanjut dikatakan, kasus dugaan pemerkosaan terjadi setahun lalu. Tetapi setelah ramai beredar luas di media sosial, kasus ini pun diminta untuk diusut. 
Pada prinsipnya, Polda Maluku siap mengungkap kasus ini. 

"Ini kejadian tahun lalu antara bulan Juli-Agustus. Tapi karena sudah viral di media sosial kita diminta untuk usut. Padahal kasus ini tidak pernah dilaporkan. Intinya kami siap ungkap kasus ini," tegasnya

Mengenai keterlibatan pihak universitas dalam proses penyelidikan, menurut Ohoirat sangat dimungkinkan. Bila penyidik membutuhkan data-data terkait korban dan pelaku otomatis harus melibatkan universitas. 

"Kalo kita butuh keterangan dari pihak UGM. Pasti nanti penyidik akan periksa juga," tukasnya 

Mahasiswi UGM yang diduga menjadi korban pemerkosaan oleh rekannya sesama mahasiswa berinisial HS baru mencuat  setelah dimuat website Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa Balairung.
 Dalam tulisan  disebutkan korban pernah melapor ke pihak universitas, kemudian dibentuk tim investigasi. Sementara pelaku HS sedang dalam proses kelulusan pada saat itu dan pihak kampus tidak menjalankan rekomendasi Tim investigasi internal kasus tersebut. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00