• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Mantan Kabid TU BPJN Maluku dan Malut akan Diperiksa di Lapas

1 October
11:15 2018
1 Votes (5)

KBRN, Ambon: Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku terus berupaya menyelesaikan  kasus dugaan korupsi pengadaan dua unit speed boat di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IX Maluku dan Maluku Utara (Malut) tahun 2016 senilai Rp 1 miliar lebih.

Zadrak Ayyal, Mantan Kepala Bagian Tata Usaha (Kabid TU) pada BPJN tersebut serta  Ampy Mirsa Matalatta  yang merupakan Direktur CV. Damas Jaya,  telah ditetapkan sebagai tersangka kasus ini. Keduanya akan segera diperiksa  dalam pekan ini

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku, Samy Sapulette menegaskan, Zadrak Ayyal sendiri sementara mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Ambon, karena tersangkut kasus korupsi lain yaitu pengadaan lahan BPJN Wilayah XI Maluku dan Maluku Utara di Desa Tawiri Kecamatan Teluk Ambon  Tahun 2015 senilai Rp3 miliar. Atas kasus ini, Ayyal divonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ambon penjara 1,2 tahun.

" Bila Ayyal  tidak sempat hadir di Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, maka pemeriksaan atau permintaan keterangan terhadap bersangkutan bisa saja  dilakukan penyidik di Lapas,"jelas Sapulette, Senin (1/10/2018)

Untuk kepentingan pemeriksaan,  tentunya penyidik berkoordinasi dengan pihak Lapas. Yang diharapkan, dengan tidak terhambatnya proses penyidikan maka kasus ini bisa secepatnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Ambon

"Sementara  pasca ditetapkan sebagai tersangka, Ampy Mirsa Matalatta masih berstatus tahanan kota dan telah menyatakan bersedia kapanpun untuk dimintai keterangan,"terangnya

Untuk diketahui, pada tahun 2015 BPJN XVI Maluku dan Maluku Utara mendapat alokasi dana sebesar Rp 4 miliar lebih untuk pengadaan dua unit speed boat. Setelah melalui proses lelang, CV Damas Jaya dinyatakan sebagai pemenang lelang dan berhak menangani proyek pengadaan dua unit speed boat itu.

Sayangnya, CV Damas Jaya diduga  tidak mengerjakan proyek tersebut sesuai dokumen kontrak. Dalam dokumen kontrak disebutkan, kedua unit speed boat haruslah dibuat atau dikerjakan. Namun,  CV Damas Jaya membeli dua unit speed boat yang sudah jadi.  (SS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00