• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Walikota Ambon Diperiksa Tekait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif

28 May
17:44 2018
2 Votes (3)

KBRN, Ambon : Walikota Ambon Richard Louhenapessy mendatangi Mapolres Ambon, Senin (28/5/2018). Kedatangan Walikota bukan untuk bersilaturahmi dengan Kapolres Ambon, melainkan memenuhi panggilan penyidik, terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus surat perintah perjalanan dinas (SPPD) fiktif tahun 2011. 

Sebelum diperiksa di ruang unit iv tipikor Satreskrim Polres Ambon. Walikota sempat transit di ruang kerja Kapolres Ambon, AKBP Sutrisno Hadi Santoso. 

Lebih dari dua jam, Walikota dua periode ini dicecar puluhan pertanyaan oleh penyelidik. Setelah selesai diperiksa, kepada awak media, Walikota mengaku kedatangannya ke Mapolres Ambon untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan SPPD fiktif tahun 2011, yang ditaksir merugikan negara kurang lebih Rp 700 juta. 

"Cuma klarifikasi informasi saja  terkait dugaan SPPD fiktif tahun 2011," ujarnya singkat, sambil berlalu menuju mobil dinas. 

Sementara, Kasat Reskrim Polres Ambon, AKP Rifal Effendi Adikusuma mengatakan, Walikota Ambon sangat kooperatif menjawab pertanyaan penyelidik. Dijelaskan, sampai saat ini sudah enam saksi termasuk walikota yang diperiksa. Masih  ada pemeriksaan saksi-saksi lainnya , untuk melengkapi dokumen pemeriksaan. 

"Untuk siapa yg mengarah ke tersangka kita masih dalami lagi. Akan ada pemanggilan saksi-saksi lagi. Ini sudah enam saksi ditambah walikota yang kita periksa," ujarnya 

Lima saksi yang sudah diperiksa unit Tipikor, termasuk Sekretaris Kota Ambon, A.G Latuheru, dan  mantan Bendahara Umum Pemkot Ambon, Saleh Mahulette. Kasus dugaan SPPD fiktif menguak ke permukaan, lantaran terdapat  dugaan kuat adanya ketidakberesan  dalam pertanggungjawaban APBD Kota Ambon sebesar Rp 6 milyar.

Dimana APBD tahun 2011 diperuntukkan untuk dua mata anggaran perjalanan dinas, yakni kepada sekretariat DPRD Kota Rp 4 Milyar dan Rp 2 Milyar untuk Sekretariat Pemkot Ambon. Namun, anggaran yang terpakai tidak sesuai laporan pertanggungjawaban,  lantaran  terdapat 114 tiket yang diduga fiktif pada DPRD Kota dan 100 tiket fiktif di Pemkot Ambon. (NA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00