• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Ngaku Perwira Polda Maluku, Pelaku Tipu Calon Anggota Polri Ratusan Juta

24 May
16:03 2018
1 Votes (5)

KBRN, Ambon : Pelaku penipuan penerimaan Anggota Polri tahun 2018, Leonardo Valentino Beruatwarin dibekuk Reskrimum Polda Maluku, Kamis (24/5/2018) dini hari di Penginapan Kawasan Mangga Dua, Kota Ambon. 

Pelaku diketahui menipu korbannya dengan janji akan lolos dalam seleksi anggota Polri di lingkup Polda Maluku yang sementara berjalan. Dua korban, yaitu Jalaludin Sitania berdomisili di Masohi Kabupaten Maluku Tengah dan Rafli Besan Warga Namlea Kabupaten Buru, mengadukan pelaku ke Polda Maluku, dan menyebutkan telah menyetorkan uang sebesar Rp 110 -Rp 140 juta kepada pelaku. 

Untuk meyakinkan keluarga korban, pelaku mengaku sebagai perwira polisi berpangkat AKBP. Modus yang dipakai pelaku memperdayakan para korbannya, yaitu dengan menyamar sedang mencari orang pintar untuk mencari istrinya yang hilang. Kepada paman korban Jalaludin Sitania, La Idris pelaku mengaku bertugas di Polda Maluku dan bisa membantu meloloskan orang menjadi polisi. Percaya dengan omongan pelaku, La Idris meminta tolong pelaku membantu proses pendaftaran keponakannya. 

"La Idris mengenalkan pelaku kepada saudaranya, yang juga meminta tolong agar Rafli Besan bisa lolos tes polisi. Namun setelah kedua korban mendaftar, dan gugur pada tes psikologi dan kesehatan, orang korban coba menghubungi pelaku, tetapi nomor pelaku tidak tersambung dan sulit ditemui," kata Direktur Reskrimum Polda Maluku, Kombes (Pol) Gupuh Setiyono, saat memberikan keterangan pers menyebutkan, 


Setelah menerima laporan pada 30 April, polisi terus melacak keberadaan pelaku. Dan akhirnya pelaku ditangkap dari persembunyiannya. Menurut pengakuan pelaku, dirinya baru pertama kali melakukan penipuan. 

Sementara uang yang didapat dari hasil menipu, dipakai untuk belanja dan berfoya foya di karaoke. Pelaku memastikan dalam menipu korban, dirinya tidak terkait dengan panitia penerimaan anggota Polri. Kepada awak media, ia hanya mengatakan, berteman dengan banyak polisi. 

"Uang dipakai untuk belanja dan pernah juga ke karaoke. Ini penipuan yang pertama kali. Saya biasa berteman dengan polisi. Tapi kasus ini tidak terkait dengan polisi," aku Si Pelaku. 

Untuk mempertanggungjawabkan perbutannya pelaku kini mendekam di tahanan Polda Maluku. Pelaku dijerat pasal 378 dan pasal 5 ayat (1) junto pasal 2 ayat (1) Undang Undang No.8 tahun 2010 tentang pencucian uang, dengan ancaman empat tahun penjara. (NA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00