• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Di Balik Jeruji Besi, Pelaku jadi Otak Penipuan Online Lintas Provinsi

17 May
15:41 2018
1 Votes (5)

KBRN, Ambon : Dua Pelaku penipuan online lintas provinsi dibekuk aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku, di dua tempat berbeda, yakni ZM di Soreang Bandung dan MD di Kampung Rambutan, Jakarta Timur, pekan lalu. 

Kedua pelaku  dalam memperdayakan para korbannya, seringkali mengaku ditilang polisi, ditangkap karena narkoba maupun calo seleksi. Keduanya ditangkap berdasarkan laporan korban Army Wisnu Pradana, pada Oktober 2017 di Polda Maluku. Korban mengalami kerugian Rp 18 juta. 

Pelaku yang mengaku sebagai Dokter Budi senior korban, sedang membutuhkan bantuan karena berurusan dengan aparat kepolisian. Korban pun mengirimkan sejumlah uang yang diminta secara berkelanjutan. 

Direktur Reserse Krimum Polda Maluku, Kombes Pol Gupuh Setiyono, Kamis (17/5/2018)  mengungkapkan, dua pelaku yang berhasil diamankan merupakan jaringan Kelompok Geledek, yang mengendalikan penipuan dari dalam lapas. Salah satu pelaku ZM, diketahui sebagai residivis kasus Narkoba yang mendekam di Lapas Karawang.

"Setiap anggota yang tergabung dalam kelompok ini memiliki peran masing-masing. Ada yang bertugas menelpon korban, menyuplai buku rekening maupun mereka bekerjasama dengan joki di luar lapas untuk mengambil uang di ATM," kata Gupuh.

Pelaku ZM asal Soreang Jawa Barat mengaku, selama berada dalam tahanan, ia bebas menggunakan telepon genggam yang dibelinya dari petugas lapas. Pelaku juga memperagakan cara-caranya memperdayakan para korbannya, dengan berganti ganti peran serta menguasai berbagai dialek. Dalam seminggu, pelaku bisa meraup uang Rp  7-8 juta dari para korbannya. 

"Kita yang di dalam lapas kendalikan lewat HP dan e-banking. Kalau uang sudah masuk, kita suruh joki di luar untuk tarik uang dari ATM. Jadi kita kalo kehabisan pulsa, kita tinggal tipu korban alasan  minta pulsa. Korban kita sasarannya lewat media sosial dan pencarian di Google," tandas ZM. 

Polisi masih mengejar satu pelaku yang hingga kini menjadi DPO. Kedua pelaku dikenai pasal tindak pidana TPPU pasal 55 (Jo) Pasal 378 dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (NA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00