• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Polda Maluku Cari Solusi Tekan Peredaran Sopi

3 May
20:43 2018
0 Votes (0)

KBRN, Ambon : Pemberantasan minuman keras (Miras) jenis Sopi terus menjadi atensi Polda Maluku dan jajaran. Sopi dianggap menjadi sumber pemicu gangguan kamtibmas. 

Polda Maluku mencatat sepanjang 2016 terjadi 85 kasus lakalantas akibat pengaruh miras, 4 kasus perkelahian antar kampung. Sedangkan di 2017,  terjadi 48 kasus lakalantas serta 5 kasus perkelahian antar kampung. Adapun pemusnahan miras selama 2017 meningkat 107.175 liter dibanding 2016  sebanyak 49.370 liter.  Sejak Januari hingga April 2018 sebanyak  7.310 liter miras berhasil disita. 

Wakapolda Maluku, Brigjen Pol Hasanuddin, saat membuka Fokus Grup Diskusi (FGD) bertemakan  Sopi, masalah dan solusi, di Ruang Rupatama Polda Maluku, Kamis (3/5/2018). Mengajak semua pihak, untuk dapat  menyampaikan sumbangsih pikiran dalam pengemasan sopi agar menjadi produk yang layak dipasarkan atau disebut  Air Manise. 

"Sopi ini kan jenis minuman beralkohol yang sering dikonsumsi juga menjadi sumber penghasilan masyarakat di Maluku. Seharusnya bisa kita jadikan produk berijin. Selain sopi minuman beralkohol lain yang beredar di Maluku seperti wine, Johny Walker, itu awalnya juga minuman tradisional," terangnya. 

Diskusi yang dihadiri, Ketua DPRD Maluku Edwin Huwae, Tokoh agama, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda. Diharapkan Wakapolda, dapat melahirkan sebuah rekomendasi yang menjadi dasar pembuatan Perda oleh DPRD. 


Ketua DPRD Maluku, Edwin Huwae berpendapat, miras jenis sopi memiliki kandungan zat kimia yang cukup tinggi. Dan membutuhkan kajian serta penelitian  dari Badan POM agar bisa dilegalkan. Sehingga dikemudian hari  tidak merugikan pihak manapun. Mengenai pembentukan Perda yang mengatur tentang peredaran sopi menurutnya bukan hal sulit. 


"Kita belum tau pasti kandungan zat kimia pada minuman sopi berbahaya atau tidak. Pihak ketiga harus dilibatkan dalam uji kelayakan. Kalau dasar itu sudah ada. Ketuk palu pengesahan Perda hanyalah hal mudah bagi saya," tandasnya. 

Jantje Soukotta, pencetus Asoka (Asli Sopi Kita) mengharapkan, kedepan hasil eksperimen yang telah dilakoninya 10 tahun bisa diterima. Dan menjadi sumber penghasilan bagi produsen miras tradisional tersebut. (NA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00