• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Pelaku Penipuan Penerimaan Casis Polda Maluku Dibekuk di NTT

3 May
11:37 2018
0 Votes (0)

KBRN, Ambon : Tersangka kasus penipuan penerimaan calon anggota Polri, Fergie J. Mandagi berhasil diringkus tim gabungan Subdit Kamneg  Polda Maluku dibantu Polda NTT. 

 Tersangka menipu dua korban calon Bintara Polri dengan total kerugian mencapai Rp 1 Milyar. Wanita 44 tahun ini ditangkap Minggu 29 April 2018 di Desa Alkani, Kecamatan Waikiku, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Direskrimum Polda Maluku, Kombes Pol Gupuh Setiyono, dalam keterangan persnya, Rabu (3/5/2018) mengatakan, setelah menerima laporan polisi dugaan penipuan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan, dan mendapat informasi keberadaan pelaku di NTT. Setelah mengetahui jejak pelaku, pihaknya mengutus anak buahnya untuk menangkap pelaku. 

"Setelah kita lacak keberadaan pelaku. Pelaku diketahui berada di NTT. Kita kerjasama dengan Polda dan Polres disana untuk membantu penangkapan pelaku," ujarnya.

Pelaku Fergie diketahui memperdaya dua korbannya dengan jaminan akan lolos pada penerimaan calon Bintara Polri tahun 2017 dan 2018. Yang bersangkutan mengaku mempunyai  koneksi  di Mabes Polri.  Satu orang korban yang berdomisili di Jakarta dijanjikan bisa mendaftar sebagai anggota polri meski tidak berdomisili di Maluku. 

Korban Nugraheni Maulida diketahui telah menyetor uang sejak Maret 2017 hingga Januari 2018, dengan total uang yang ditransfer sebesar Rp 562 juta. Sementara korban lainnya Vivi Hamdani menyetor uang sebesar Rp 185 juta. Saat dibekuk, dari tangan pelaku berhasil disita, telepon genggam, buku tabungan, kartu ATM serta sejumlah dokumen. 

Namun setelah melakukan pendaftaran penerimaan calon Bintara Polri di Polda Maluku. Keduanya dinyatakan gagal saat proses verifikasi administrasi. Tetapi, kata Direskrimum, Pelaku tetap meyakinkan korban akan diterima sebagai Bintara Polri.

"Korban Vivi tahun 2017 pernah ikut seleksi penerimaan Bintara, dan gagal. Tahun 2018 korban kembali mendaftar didampingi pelaku, setelah seleksi administrasi korban dinyatakan tidak lolos lagi," jelasnya. 

 Setelah korban Vivi dua kali gagal saat pendaftaran, korban bersama keluarganya mencoba menghubungi pelaku, namun nomor telpon pelaku tidak dapat dihubungi. Pelaku yang sebelumnya sempat tinggal di kawasan Da Silva, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon juga tidak berada di tempat. 

Pelaku pun dikenai pasal 378 dan 372 KUHP serta pasal 5 junto ayat 1 junto pasal 2 ayat 1 undang undang nomor 8 tahun 2010 tentang pencucian uang, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Karena menurut keterangan pelaku, uang hasil penipuan dipakai pelaku untuk membuka usaha. (NA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00