• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Keributan usai Pesta Berujung Pembacokan

1 May
22:24 2018
0 Votes (0)

KBRN, Ambon : Akibat dipengaruhi minuman keras, oknum anggota TNI Satgas Yonif 515/UTY, Pratu M membacok seorang warga Desa Waai, Dekris Bakarbessy menggunakan sangkur di bagian kepala, Selasa dini hari. Pelaku dan korban hingga kini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. 

Kejadian berawal ketika, pelaku bersama temannya Praka Kadek diminta mengamankan pesta di rumah salah satu warga Waai. Pelaku bersama temannya pun ditawari miras jenis sopi oleh tuan rumah. Dengan maksud menghormati  tuan rumah, pelaku pun meneguk sopi sambil mengawasi jalannya pesta. 

Setelah acara selesai, pelaku bersama rekannya meninggalkan lokasi pesta dan hendak kembali ke pos mereka. Namun, dalam perjalanan ditemui masyarakat masih berkumpul di jalan. Maksud pelaku menegur korban dan teman-temannya untuk bubar, pelaku malah diserang dengan batu lalu dikeroyok. 

Kapendam XVI Pattimura,  Kolonel Arm Sarkaztan Sihaloho yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut, menurutnya Pratu M terpaksa mengeluarkan sangkur dan menikam korban Dekris Bakarbessy, sebagai bentuk pembelaan karena sedang dikeroyok warga. Teman pelaku yang berhasil selamat dari peristiwa tersebut lalu meninggalkan lokasi  dan melaporkan kejadian tersebut kepada atasan mereka. 

"Setelah meminta maaf dari warga. Pratu Kadek lalu kembali ke pos memberitahu atasan. Dan mereka kembali ke permukiman warga untuk menenangkan situasi," terangnya. 

Korban bersama pelaku yang sama sama pingsan saat itu,  dievakuasi menuju rumah sakit. Korban Dekris dirawat di RSUD Haulussy Ambon sedangkan Pelaku Pratu M dirawat di RS Dr Latumeten. 

"Korban saat ini dirawat di RSUD baru saja menjalani operasi. Korban butuh transfusi darah, dan kita sudah upayakan. Intinya kita sama sama berdoa untuk keselamatan korban. Sedangkan pelaku dirawat di RST dengan penjagaan ketat dari POM. Pelaku belum bisa dimintai keterangan, kalau dia sudah membaik kita pasti segera proses," tandasnya. 


Kapendam menegaskan, masalah tersebut saat ini sudah ditangani Pomdam XVI Pattimura, untuk diproses lebih lanjut. Situasi terakhir di TKP yang diisukan terjadi konsentrasi masa, sudah berangsur kondusif. Pihaknya sudah berkoordinasi bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat untuk memberikan imbauan kepada wargan. Kodam XVI Pattimura tetap bertanggung jawab pada perawatan korban hingga pulih. (NA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00